
Sign up to save your podcasts
Or


S1E5. Setiap dekade punya keistimewaannya masing-masing, pengaruh budaya kezamanan dan gejolak sosial politik yang berikutnya turut membantu melahirkan gagasan berupa karya maupun konstruksi berpikir kesenian. Dalam hal ini musik, di sepanjang 2010-2019, bagi kami Indonesia mampu berkembang mengikuti ritme kepesatan teknologi yang teradaptasi secara cemerlang. Episode ini merefleksikan momentum terbaik musik Indonesia 10 tahun terakhir beserta ironi minus dan plusnya masing-masing. Tujuh alasan kenapa kita harus merayakannya sebagai dekade vital yang akan memberi cetak biru untuk angkatan digital berikutnya di masa depan. Untuk itu kami memberi corong mikrofon kepada 5 narasumber yang punya peran besar terhadap laju kancah musik nasional di dekade kemarin; mereka adalah Herry Sutresna dari Grimloc Records, duo Gabber Modus Operandi, penulis Felix Daas, Gembira Putra Agam dari Dead Rec dan Arghia Adhidhanendra dari kolektif Noisewhore.
By agordiclubS1E5. Setiap dekade punya keistimewaannya masing-masing, pengaruh budaya kezamanan dan gejolak sosial politik yang berikutnya turut membantu melahirkan gagasan berupa karya maupun konstruksi berpikir kesenian. Dalam hal ini musik, di sepanjang 2010-2019, bagi kami Indonesia mampu berkembang mengikuti ritme kepesatan teknologi yang teradaptasi secara cemerlang. Episode ini merefleksikan momentum terbaik musik Indonesia 10 tahun terakhir beserta ironi minus dan plusnya masing-masing. Tujuh alasan kenapa kita harus merayakannya sebagai dekade vital yang akan memberi cetak biru untuk angkatan digital berikutnya di masa depan. Untuk itu kami memberi corong mikrofon kepada 5 narasumber yang punya peran besar terhadap laju kancah musik nasional di dekade kemarin; mereka adalah Herry Sutresna dari Grimloc Records, duo Gabber Modus Operandi, penulis Felix Daas, Gembira Putra Agam dari Dead Rec dan Arghia Adhidhanendra dari kolektif Noisewhore.