Radio Rodja 756 AM

Dakwah Nabi Hud kepada Tauhid


Listen Later


Dakwah Nabi Hud kepada Tauhid adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 23 Sya’ban 1445 H / 4 Maret 2024 M.



Kajian sebelumnya: Kisah Nabi Hud ‘Alaihis Salam







Kajian Tentang Dakwah Nabi Hud kepada Tauhid



Pada kajian kali ini, dibahas tentang pelajaran-pelajaran dan nasihat-nasihat yang diambil dari kisah Nabi Hud.



Ada beberapa pelajaran, yang pertama adalah pelajaran tauhid. Para nabi semuanya berdakwah dengan satu asas, yaitu tauhid dan memperingati manusia dari kesyirikan. Asas dakwahnya bukan mengajak orang menjadi penguasa, melainkan mengajak kepada tauhid dan memberikan peringatan kepada manusia dari kesyirikan.



Dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, semuanya berdakwah dengan dakwah tauhid dan memperingatkan manusia dari kesyirikan. Hal ini diambil dari kisah Nabi Hud, antara lain di surah Al-A’raf ayat 65, Allah Ta’ala berfirman,



وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ



“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: ‘Hai kaumku, sembahlah Allah semata, kalian tidak memiliki sesembahan kecuali Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?'” (QS. Al-A’raf[7]: 65)



Juga, di surah Hud ayat 50, Nabi Hud berkata,



وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ



“Dan kepada kaum ‘Aad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: ‘Hai kaumku, sembahlah Allah saja, sekali-kali tidak ada sesembahan selain Allah untuk kalian. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.'” (QS. Hud[11]: 50)



Ini adalah dakwah Nabi Hud. Semua nabi berdakwah dengan dakwah tauhid agar manusia mentauhidkan Allah.



Kenapa perhatian para nabi dalam masalah dakwah adalah dakwah tauhid dan memperingatkan manusia dari kesyirikan? Ada beberapa alasan. Pertama, karena tauhid merupakan sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebagaimana dijelaskan dalam surah An-Nur ayat 55,



وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ



“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa diatas muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Allah akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan pasti Allah akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman. Hendaknya mereka beribadah kepadaKu saja, tiada mempersekutukan Aku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah itu,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings