Waktu lonceng berbunyi. Percakapan merendah, kita kembali menanti-nanti. Kau berbisik : Siapa lagi akan tiba. Siapa lagi menjemputmu berangkat berduka. Di ruangan ini kita gaib dalam gema. Di luar malam hari mengendap kekal dalam rahasia. Kita pun setia memulai percakapan kembali. Seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi. 1967 Sapardi Djoko Damono. Buku Hujan Bulan Juni.