Dampak Buruk Dosa adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 29 Januari 2024 M/ 17 Rajab 1445 H.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Dampak Buruk Dosa
Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda:
إنَّ العبدَ إذا أخطأَ خطيئةً نُكِتت في قلبِهِ نُكْتةٌ سوداءُ، فإذا هوَ نزعَ واستَغفرَ وتابَ سُقِلَ قلبُهُ، وإن عادَ زيدَ فيها حتَّى تعلوَ قلبَهُ، وَهوَ الرَّانُ الَّذي ذَكَرَ اللَّه كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan satu dosa, maka akan dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Dan jika dia meninggalkan dosa tersebut, meminta ampun dan bertaubat, maka hatinya akan bersih. Namun, jika dia terus bermaksiat, maka akan ditambahkan titik hitam sampai menutupi hatinya, dan itulah yang diistilahkan dengan ‘ron’, yaitu penutup yang Allah sebutkan dalam FirmanNya: ‘Sekali-kali tidak, akan tetapi penutup telah menutupi hatinya diakibatkan apa yang mereka kerjakan dari perbuatan dosa.'” (HR. At-Tirmidzi)
Sesungguhnya, di antara hal yang sangat bermanfaat bagi seorang hamba untuk memperbaiki hatinya adalah dengan memperhatikan dan melihat akibat perbuatan dosa. Bahaya besar yang ditimbulkan oleh perbuatan dosa bagi kehidupan dunia dan akhirat pelaku dosa tersebut, terutama pengaruh dosa yang besar terhadap hati seseorang, karena perbuatan dosa dan maksiat mempunyai pengaruh yang berbahaya bagi hati yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah ‘Azza wa Jalla.
Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitabnya Ad-Da’ wa Ad-Dawa menyebutkan secara detail pengaruh-pengaruh yang bisa berakibat bagi orang yang melakukan dosa. Apa yang akan kita sebutkan ini adalah ringkasan dari apa yang beliau sebutkan dalam buku tersebut.
Terhalang dari ilmu
Di antara akibat dosa yang sangat berbahaya adalah terhalangnya seseorang dari ilmu yang bermanfaat, karena ilmu adalah cahaya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala letakkan di hati seseorang, dan maksiat akan memadamkan cahaya ilmu tersebut.
Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah pernah duduk di hadapan Imam Malik dan membacakan di hadapannya. Kemudian Imam Malik merasa takjub dengan kecerdasan, kepintaran, dan pemahaman Imam Asy-Syafi’i. Maka beliau memberi wasiat, “Sungguh aku melihat bahwa Allah telah meletakkan cahaya pada hatimu, maka janganlah engkau memadamkannya dengan kegelapan maksiat.”
Juga, Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah pernah mengadu kepada gurunya tentang buruknya hafalannya. Maka Imam Waki’ memberi petunjuk agar meninggalkan maksiat, dan beliau berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya ilmu adalah karunia, dan karunia Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.”
Kegelisahan
Di antara pengaruh buruk maksiat adalah kegelisahan yang didapatkan pelaku maksiat pada hatinya. Kegelisahan tersebut tidak bisa dibandingkan dengan kelezatan maksiat yang ia lakukan. Meskipun dikumpulkan seluruh kenikmatan dunia, tidak akan menghilangkan kegelisahan tersebut.