
Sign up to save your podcasts
Or


Jakartans kalau sedang di tempat publik, pasti sering melihat lautan manusia dan bergumam "kok jakarta makin penuh aja ya, kebanyakan orang di tempat yg kecil nih!" . Tapi di lain pihak sering mengalami kegalauan perbatasan jakarta yg makin semu, "loh jagakarsa masih jakarta toh, jadi bintaro itu jaksel atau tangsel?"
Dengan meluasnya megapolitan jakarta, pasti timbul berbagai macam jenis "ruang"; dan dengan tampak penuhnya orang berlatar belakang berbeda yang berkecimpung di jakarta, pasti timbul persepsi yang berbeda dari setiap ruang itu.
Selama berkarir di bidang urban desain, pengalaman seperti ini menimbulkan pertanyaan2 ketika mengobrol dengan teman2 seprofesi...
Jadi perlu ga sih persepsi komunal terhadap suatu ruang? Gimana sih orang awam menanggapi ruang kota? Apa sih intervensi yang bisa kita lakukan sebagai lulusan arsitektur?
Ilustrasi oleh Gagas Firas Silmi
By balaviryaJakartans kalau sedang di tempat publik, pasti sering melihat lautan manusia dan bergumam "kok jakarta makin penuh aja ya, kebanyakan orang di tempat yg kecil nih!" . Tapi di lain pihak sering mengalami kegalauan perbatasan jakarta yg makin semu, "loh jagakarsa masih jakarta toh, jadi bintaro itu jaksel atau tangsel?"
Dengan meluasnya megapolitan jakarta, pasti timbul berbagai macam jenis "ruang"; dan dengan tampak penuhnya orang berlatar belakang berbeda yang berkecimpung di jakarta, pasti timbul persepsi yang berbeda dari setiap ruang itu.
Selama berkarir di bidang urban desain, pengalaman seperti ini menimbulkan pertanyaan2 ketika mengobrol dengan teman2 seprofesi...
Jadi perlu ga sih persepsi komunal terhadap suatu ruang? Gimana sih orang awam menanggapi ruang kota? Apa sih intervensi yang bisa kita lakukan sebagai lulusan arsitektur?
Ilustrasi oleh Gagas Firas Silmi