Catatan CEO Indonesia

“Daun Jati Yang Berisik”


Listen Later

“Daun Jati Yang Berisik”

Pada tulisan ini, saya ingin membagikan sedikit bagian dari hutan yang ada yaitu daun pohon jati.

Daun jati muda dan hijau, seperti kita ketahui biasanya di kampung digunakan sebagai pembungkus daging atau dagangan oleh mbok-mbok  tukang sayur. Daun jati kering beguguran jatuh tanpa suara, tidak berguna tergeletak tak berdaya. Ia akan berisik  ketika diinjak mungkin kalau bisa bicara, daun-daun itu akan berteriak kesakitan namun merupakan humus yang baik bagi tanah maupun tanaman yang ada disekitarnya.

Seringkali orang merasa harga dirinya diinjak-injak dan tak berguna, dianggap rendah dan tidak lagi dipedulikan bahkan tidak lagi dianggap ada oleh sesama. Dimana umumnya bagi sebagian besar masyarakat kita, yang dianggap berharga dan terpandang adalah jabatan, status, materi, kepintaran, keterampilan dan kekuasaan. Namun terkadang kita sebagai manusia lupa bahwa semua itu titipan Tuhan.

Saat orang memahami hakekat hidupnya bermakna, mereka tetaplah berharga bagi sesamanya meski dalam kondisi terpuruk sekalipun.

Ingatlah daun jati kering yang berisik saat diinjak-pun tetap menjadi humus bagi tanah. Oleh karenanya jangan sesali hidup yang sudah berjalan, justru dari kelemahan kita belajar akan kasih sayang dan berkah Tuhan melalui hidup kita.

Bagaimana caranya, teruslah melangkah dalam kebaikan, Tuhan selalu menilai kita berharga bukan dari apa yang kita miliki, bukan dari apa penilaian orang tetapi dari rencana-rencana Tuhan bagi kita, yang dapat kita lakukan melalui kebaikan yang dapat kita berikan bagi orang banyak,

Tetap semangat, hadapi hari ini dan esok hari dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai kita semua dengan keberkahannya yang tidak terhingga.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Catatan CEO IndonesiaBy Andreas