Episode 21 ini gue pengen ulas sebuah film indie dari Inggris yang lumayan bikin gue betah nonton sampe kelar bahkan sangat gue rekomendasikan buat lu tonton juga guys. Judulnya, "Dead Man's Shoes" dirilis pada 2004. Sutradaranya adalah sutradara spesialis film-film indie, Shane Meadows. Dari sekian banyak film-film karya Meadows, "Dead Man's Shoes" lah yang cukup bersinar di panggung film internasional.
Beberapa aktor "Dead Man's Shoes" saat ini cukup dikenal di Hollywood, seperti Paddy Considine dan Tobby Kebbell. Mereka berdua bermain menjadi kakak beradik, Richard dan Anthony.
Sepulang dari pendidikan militer, Richard seperti berubah jadi seorang pemburu berdarah dingin. Dia memburu komplotan pembuat onar yang di pimpin oleh Sonny (Gary Stretch). Richard meneror satu persatu anggota komplotan itu. Pada awal film ini lu ga akan paham kenapa sebenarnya Richard meneror komplotan itu. Tentunya Richard melakukan teror itu ngga sendiri aja. Dibantu oleh adiknya, Anthony, Richard seolah ingin menghabisi satu-persatu komplotan itu hingga tak berbekas, termasuk Sonny. Rupanya, teror yang dilakukan oleh Richard adalah sebuah balas dendam akibat perundungan yang dilakukan oleh komplotan itu terhadap Anthony. Lantas, apakah Richard berhasil membalaskan dendam adiknya? Atau ada hal lain dibalik itu? Jawabannya dengan lu tonton filmnya sampai kelar guys.
Kesan pertama gue menonton "Dead Man's Shoes" adalah suram. Suasana kota kecil di Inggris yang selalu mendung membuat aura kelam balas dendam sangat terasa bahkan dari awal film. Seluruh aktor di film ini bermain sangat bagus sesuai porsinya. Jangan lewatkan juga efek kejutnya menjelang akhir film guys. Hanya sayangnya, efek kejut ini kurang digarap dramatis, sehingga seolah berlalu begitu aja & kurang nempel diingatan. Padahal kalo aja efek ini dikasih sedikit ruang keping puzzle, gue yakin bakal bikin film ini lebih mendebarkan. Tapi mungkin juga sutradara sengaja membuatnya kaya gitu sih, biar penonton ga terlalu hanyut dalam penggambaran praktik perundungan. Padahal, terkadang penonton suka dengan hal-hal yang dramatis & berlebihan sekedar untuk pencapaian kepuasan diakhir film. Tapi yang pasti, pesan dari film ini telah tersampaikan, bahwa praktik pelecehan & perundungan pada siapa pun, tidak disarankan, karena akan membuat trauma pada korban & membahayakan guys.
Thanks ya udah mendengarkan rekaman gue.