
Sign up to save your podcasts
Or


Mungkin ada dari kamu yang pernah sulit sekali untuk menerima kenyataan, untuk iklas pada suatu peristiwa yang terjadi di luar kontrol kita, sulit memaafkan apa yang terjadi, lelah terluka, lelah berjuang untuk sembuh. Percayalah saat kita mengijinkan luka sembuh, ia akan sembuh lebih cepat. Percayalah saat kita memilih memaafkan, hati yang terikat akan terbebaskan. Pelan-pelan, dengan caramu.
Hidup memang tak semudah itu untuk dilalui. Tapi, manusia tak hanya punya lelah dan lemah. Ia punya kuat dan gigih.
Teruntuk kamu yang menjalani long distance relationship. Setiap hari rasanya hanya ingin menanti hari baik untuk bisa mempertemukan rasa dengan raga. Selamat mendengarkan dialogku bersama rasa yang tak bertemu raga. Semoga hari baik cepat datang.
Kita manusia, wajar merasa cemas, takut, atau khawatir. Cemas bisa menjadi teman ataupun musuh untuk kita. Cemas bisa terus menerus menjadi pemeran utama, namun juga tidak. Siapa yang menentukan? Diri sendiri?
Kita tahu bahwa kita perlu mencintai diri sendiri. Tapi untuk menemukan cara, terkadang membuat bingung. Pada kesempatan kali ini, aku ingin menceritakan beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencintai diri sendiri. Semoga bisa diterapkan untuk teman-teman.
Kali ini aku ingin berdialog tentang pengalamanku dalam mencintai diri sendiri. Perjalananku dimulai dari mempertanyakan diri sendiri. Mampukah aku mencintai diriku sendiri?
Perpisahan bukan sekedar langkah kita yang berlawanan. Perpisahan bukan sekedar siapa yang mempertahankan dan siapa yang melepaskan. Perpisahan mengajarkan untuk merelakan, ia mengajarkan untuk mengiklaskan.
From the publisher's feed