Radio Rodja 756 AM

Dosa-Dosa Sebelum Islam


Listen Later

Dosa-Dosa Sebelum Islam merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 6 Rabi’ul Awwal 1444 H / 02 Oktober 2022 M.
Kajian sebelumnya: Islam dan Perangai-Perangainya

Kajian Hadits Tentang Dosa-Dosa Sebelum Islam
Kita sampai pada bab  مَنْ أَحْسَنَ فِي الْإِسْلَامِ لم يُؤَاخَذُ بِما عمل فِي الْجَاهِلِيَّةِ (orang yang berbuat kebaikan dalam Islam, maka tidak akan diberikan sanksi perbuatan dosa yang ia lakukan dimasa jahiliyah).
Disebut masa jahiliyah yaitu masa sebelum Islam. Adapun setelah Islam maka tidak lagi disebut masa jahiliyah. Dan bisa jadi seorang muslim terkadang jatuh kepada perangai jahiliyah. Maka ini disebut oleh para ulama dengan jahiliyah muqayyadah (yang sifatnya terikat dengan perbuatan tertentu saja). Adapun dimutlakkan dengan mengatakan masa jahiliyah, maka ini khusus masa sebelum Islam.
Hadits ke-65
عن عبد الله بن مسعود – رضي الله عنه – قَالَ قَالَ أُنَاسٌ لِرَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنُؤَاخَذُ بِمَا عَمِلْنَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ أَمَّا مَنْ أَحْسَنَ مِنْكُمْ فِي الْإِسْلَامِ فَلَا يُؤَاخَذُ بِهَا وَمَنْ أَسَاءَ أُخِذَ بِعَمَلِهِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَالْإِسْلَامِ.
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Ada beberapa orang berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ‘Wahai Rasulullah, apakah amalan buruk dimasa jahiliyah dahulu itu tetap akan diberikan sanksi atas kami?’
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Adapun orang yang berbuat ihsan di antara kalian dalam Islam, maka tidak akan disanksi, dan siapa yang berbuat buruk didalam Islam, maka amalan buruk dia dimasa jahiliyah pun tetap akan diberikan sanksi.'” (HR. Muslim)
Para ulama berbeda pendapat apa makna daripada hadits ini. Apakah maksudnya hadits ini artinya waktu dimasa jahiliyah misalnya dia tukang berzina, kemudian setelah masuk Islam dia tetap saja berzina dan tidak meninggalkan apa perizinahannya. Atau yang dimaksud dengan hadits ini adalah bahwa yang berhubungan dengan masalah keislaman. Artinya setelah dia masuk Islam ternyata Islamnya bagus (dia benar-benar dengan keimanannya, ia beriman kepada Allah dan RasulNya dengan penuh kejujuran, dia juga menjauhkan kesyirikan dan hal-hal yang bisa membatalkan keislaman).
Kebanyakan para ulama seperti Al-Imam An-Nawawi, demikian pula pendapat Syaikh Utsaimin Rahimahullahu Ta’ala, mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan hadits ini adalah yaitu orang-orang yang ketika masuk Islam namun keislamannya tidak baik. Yaitu dia hanya memperlihatkan keislaman secara lahiriyah saja tapi menyembunyikan kekufuran kepada Islam di hatinya, seperti halnya orang-orang yang munafik. Maka orang yang seperti orang munafik ini sama sekali Islam tidak menggugurkan dosa-dosa sebelumnya.
Bab hukum mencaci dan memerangi muslim
Kita masuk ke bab سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ (mencaci maki seorang muslim adalah kefasikan, dan memerangi muslim adalah kekafiran).
Hadits ke-66
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رضي الله عنه – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ.
Dari Abdullah bin Ma’du Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Mencaci-maki seorang muslim itu kefasikan dan memeranginya adalah kekafiran....
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings