Asosiasi peternak rakyat di Indonesia menyatakan, harga telur ayam diyakini tidak akan akan lebih murah dari 26.000 rupiah per kilogram, setelah sempat mencapai 35.000 rupiah, harga tertinggi dalam sejarah.
Harga telur meroket dipicu oleh mahalnya pakan dan bibit ayam petelur, serta belum stabilnya produksi, karena banyak peternak mengurangi populasi ayam bahkan gulung tikar akibat dihantam pandemi.
Menanggapi persoalan ini, Kementerian Perdagangan menjanjikan jalan keluar agar persoalan serupa tidak terulang lagi.