
Sign up to save your podcasts
Or


Di dalam linimasa kehidupan kita, ada sebuah kebenaran yang teramat indah untuk selalu kita ingat: bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah datang terlambat. Bagi setiap orang yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya, pertolongan itu selalu datang tepat pada waktunya—tidak pernah sedetik pun mendahului, dan tidak pernah sedetik pun terlambat. Seperti kesaksian iman yang abadi dalam Kitab 1 Samuel 7:12-13: “Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: ‘Sampai di sini Tuhan menolong kita.’ Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan Tuhan melawan orang Filistin seumur hidup Samuel.”
By Breath & BreadDi dalam linimasa kehidupan kita, ada sebuah kebenaran yang teramat indah untuk selalu kita ingat: bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah datang terlambat. Bagi setiap orang yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya, pertolongan itu selalu datang tepat pada waktunya—tidak pernah sedetik pun mendahului, dan tidak pernah sedetik pun terlambat. Seperti kesaksian iman yang abadi dalam Kitab 1 Samuel 7:12-13: “Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: ‘Sampai di sini Tuhan menolong kita.’ Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan Tuhan melawan orang Filistin seumur hidup Samuel.”