
Sign up to save your podcasts
Or


Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) Selasa pekan ini menyetop uji coba plasma konvalesen pada terapi pengobatan pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan sedang. Pasalnya, terapi plasma konvalesen dinilai tidak efektif bagi kelompok tersebut. Penelitian serupa di India dan Argentina yang menyebut bahwa terapi plasma konvalesen tidak signifikan mengurangi risiko kematian pasien Covid-19 dengan gejala berat. Lantas bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia mengenai terapi plasma konvalesen, dihentikan atau dilanjutkan?Berikut laporan khas KBR yang disusun Muthia Kusuma Wardhani.**Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
By KBR PrimeInstitut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) Selasa pekan ini menyetop uji coba plasma konvalesen pada terapi pengobatan pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan sedang. Pasalnya, terapi plasma konvalesen dinilai tidak efektif bagi kelompok tersebut. Penelitian serupa di India dan Argentina yang menyebut bahwa terapi plasma konvalesen tidak signifikan mengurangi risiko kematian pasien Covid-19 dengan gejala berat. Lantas bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia mengenai terapi plasma konvalesen, dihentikan atau dilanjutkan?Berikut laporan khas KBR yang disusun Muthia Kusuma Wardhani.**Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]