Radio Rodja 756 AM

Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati


Listen Later

Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 21 Dzul Qa’dah 1443 H / 21 Juni 2022 M.
Kajian sebelumnya: Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar
Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati
Pada kesempatan yang lalu telah kita jelaskan bahwa menahan amarah itu berkaitan kesehatan dan kehidupan hati. Ketika hati gersang, berpenyakit, lemah atau mati, maka menahan amarah ini merupakan salah satu perkara yang berat. Kita tidak mampu menahan amarah karena ada sesuatu pada hati kita. Mungkin hati kita berpenyakit, mungkin hati kita gersang, mungkin hati kita tertelungkup, mungkin hati kita mati.
Maka perhatikanlah kehidupan hati, itu akan memudahkan kita untuk dapat melaksanakan salah satu perintah Nabi:
لاَ تَغْضَبْ
“Jangan marah.”
Lihat juga: Hadits Arbain ke 16 – Hadits Larangan Marah
Perlu kekuatan untuk dapat melakukannya. Bukan kekuatan otot, tapi kekuatan hati. Maka berikut ini kita akan jelaskan empat perkara yang harus kita perhatikan untuk menjaga kesehatan hati.
1. Memberikan makanan dan asupan gizi yang dibutuhkan hati
Makanan dan asupan gizi yang dibutuhkan hati yaitu mempelajari ilmu yang bermanfaat. Inilah makanan hati, yaitu ilmu yang bersumber dari kitabullah dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan ini hati akan mendapatkan kesehatan dan menjadi kuat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ketahuilah dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala hati akan tenang.” (QS. Ar-Ra’d[13]: 28)
Berilah asupan gizi berupa ilmu yang bermanfaat ini. Maka dari itu salah satu doa yang selalu dibaca Nabi ketika pagi hari setelah shalat subuh adalah:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.”
Lihat juga: Bacaan Dzikir Pagi – Meminta Ilmu, Rezeki dan Amal
Di sini ada dua kebutuhan pokok manusia; rohani dan jasmaninya. Ilmu yang bermanfaat adalah makanan rohani/hati. Sedangkan rezeki yang baik/halal adalah makanan jasmani.
Tiada hari tanpa ilmu, itu motto seorang mukmin. Setiap hari harus ilmu yang bermanfaat yang dia dapatkan. Bukan hanya di majelis ilmu, tapi dia bisa membaca Al-Qur’an, membaca buku-buku Islam, bisa mendengarkan nasihat, bisa dzikrullah, ini akan menghidupkan hatinya.
Maka perhatikan asupan gizi bagi hati kita. Kalau tidak maka hati akan kurus kering kerontang, hati yang mati dan gersang, hati yang tidak dipenuhi dengan cahaya dua wahyu (Al-Qur’an dan hadits).
2. Melatih diri melakukan ketaatan ketaatan
Agar hati tetap bugar yaitu dengan melatih diri melakukan ketaatan-ketaatan dan ibadah-ibadah. Ini namanya riyadhatul qulub (latihan hati). Seperti kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
إِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ
“Sesungguhnya kesantunan itu dapat kita raih dengan melatih diri untuk santun.”
وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ
“Barangsiapa yang melatih diri untuk sabar, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kesabaran kepadanya.”
Artinya hati juga perlu dilatih.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings