Feminin dan maskukin selalu didudukkan dalam dua konteks yang bersebrangam dalam relasi gender. Laki-laki harus menjadi maskulin saja, perempuan harus menjadi feminin saja. Tapi bernarkah demikian?
Feminin dan maskukin selalu didudukkan dalam dua konteks yang bersebrangam dalam relasi gender. Laki-laki harus menjadi maskulin saja, perempuan harus menjadi feminin saja. Tapi bernarkah demikian?