Terkadang kita tidak terlalu mampu mengenali dan menjelaskan ketika tengah merasakan sesuatu. Seolah sampai kapanpun perasaan memang tidak akan pernah secara sempurna tertampung oleh bahasa. Melalui hati yang merasakan, pun kita saling terhubung dengan cara-cara yang aneh. Bukan berarti sepenuhnya asing, perasaan justru begitu dekat dengan keseharian, bahkan rasa-rasanya bagi seorang manusia tidak ada kehidupan tanpa hadirnya perasaan. Yang paling menakjubkan, sesekali ia dapat begitu menguasai dan melumpuhkan jalannya pikiran. Arkian, kepada siapa kiranya kita bisa meminta perlindungan agar abstraksi ini tidak cenderung destruktif?