Diciptakan dalam keadaan sebaik-baiknya, tetapi sesungguhnya benar-benar dalam kerugian. Waktu yang selalu beriringan bersama ruang membentuk jalinan ruang-waktu, menjadi satuan yang mampu membalik kondisi yang merugi itu. Memanfaatkan waktu maka memutus korelasi dengan kerugian, menyia-nyiakan waktu maka membiarkan diri berakrab ria dengan kerugian. Bagaimana cara agar waktu mampu mengangkat kita dari jurang kerugian? Jawabannya begitu sederhana di Al-Qur'an. Namun, seperti banyak hal sederhana di dunia ini yang sering kali tidak dipedulikan, apa yang diajarkan oleh Al-Qur'an juga kita terkadang terlalu menyepelekan. Padahal, kepada ajaran manakah, selain Al-Qur'an, kita akan percaya?