H U J A N.
Menulis puisi ketika hujan,
Kata-kata berjatuhan dari langit seperti wahyu.
Penyair adalah pertapa tapi bukan nabi
yang betah kesepian, masihkah tubuhmu
tega menyembunyikan pelukannya?
Jibril menangis, hujan semakin deras.
Lebih baik aku memeluk aingin,
Daripada berziarah ke tubuh yang lain.
*Penulis : Husein Widiya