Meski terlihat berbeda, sejatinya kita semua disusun oleh hal yang sama. Yang apabila diamati secara lebih saksama, kita akan menyadari bahwa ternyata sebagian besar penyusun kita terdiri dari ruang kosong; ruang hampa; ruang vakum. Tidak sepenuhnya salah jika muncul konklusi bahwa segala sesuatu hanyalah ilusi; kosong sekaligus isi; tiada sekaligus ada. Kalau sudah begini, sekadar membangga-banggakan fisik tentu tak akan ada gunanya. Maka beralihlah fokus kita pada energi, karena ternyata kevakuman menyimpan energi yang begitu besar, yang membuat atom-atom bergerak, yang membuat elektron-elektron mengalir, yang dengan kata lain membuat kita hidup. Terminologi yang lebih dikenal mungkin adalah ruh, karena dengan melalui tiupan-Nya kita menjadi sesuatu yang bernyawa.
Lantas, bukankah tidak ada yang lebih berharga dari pada memperjuangkan diri untuk menjadi “jiwa yang tenang” ketika nanti kembali pada Sang Sumber Energi?
Daftar Referensi:
Al-Fajr ayat 27-28
Nassim Haramein—The Wisdom of the Universe: https://www.youtube.com/watch?v=lsMdNvl8Dmg&t=511s
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1063121958
https://www.nafiun.com/2013/03/sejarah-percobaan-penemuan-proton-elektron-neutron-dan-inti-atom.html
https://sainskimia.com/beberapa-contoh-efek-tyndall-dalam-kehidupan-sehari-hari/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organik
http://www.batan.go.id/index.php/id/publikasi-2/pressreleases/6327-apakah-radioaktif-itu