
Sign up to save your podcasts
Or


Bernapas yang sebenarnya begitu sederhana untuk dilakukan sesungguhnya menyimpan kerumitannya tersendiri ketika kita mencoba untuk memahami prosesnya dari awal menghirup oksigen hingga akhirnya menghembuskan karbondioksida hasil dari pertukaran yang terjadi dalam alveolus. Seketika kita menyadari bahwa kompleksitas kehidupan membuat kita terkagum-kagum meski risiko bernama "pusing mikirin hidup" harus kita tanggung karena media berpikir yang berupa kata-kata mensyaratkan gramatika, logika, pun bahkan retorika. Pada akhirnya, memilih diksi adalah salah satu cara yang tepat agar kerumitan berpikir—yang menjadikan kehidupan terlihat rumit—tetap dapat dipahami dengan mudah oleh siapapun yang berinteraksi dengan kita.
Tentu ini bukan sekadar "gaya-gayaan" agar layak menyandang gelar pujangga dengan romansa kata-kata. Boleh jadi ini adalah sebentuk aspirasi alami dari manusia yang diberi anugerah bahasa oleh Tuhan semesta alam. Ketika Tuhan pun begitu presisi dalam ayat-ayat-Nya, maka bagaimana mungkin manusia mampu menolak kecenderungannya untuk menyeleksi diksi?
Daftar Referensi:
Al-A'raf ayat 179
At-Taubah ayat 127
12 Rules for Life: an Antidote to Chaos—Jordan B. Peterson (Rule 10: Be Precise in Your Speech)
By Reni & LilyBernapas yang sebenarnya begitu sederhana untuk dilakukan sesungguhnya menyimpan kerumitannya tersendiri ketika kita mencoba untuk memahami prosesnya dari awal menghirup oksigen hingga akhirnya menghembuskan karbondioksida hasil dari pertukaran yang terjadi dalam alveolus. Seketika kita menyadari bahwa kompleksitas kehidupan membuat kita terkagum-kagum meski risiko bernama "pusing mikirin hidup" harus kita tanggung karena media berpikir yang berupa kata-kata mensyaratkan gramatika, logika, pun bahkan retorika. Pada akhirnya, memilih diksi adalah salah satu cara yang tepat agar kerumitan berpikir—yang menjadikan kehidupan terlihat rumit—tetap dapat dipahami dengan mudah oleh siapapun yang berinteraksi dengan kita.
Tentu ini bukan sekadar "gaya-gayaan" agar layak menyandang gelar pujangga dengan romansa kata-kata. Boleh jadi ini adalah sebentuk aspirasi alami dari manusia yang diberi anugerah bahasa oleh Tuhan semesta alam. Ketika Tuhan pun begitu presisi dalam ayat-ayat-Nya, maka bagaimana mungkin manusia mampu menolak kecenderungannya untuk menyeleksi diksi?
Daftar Referensi:
Al-A'raf ayat 179
At-Taubah ayat 127
12 Rules for Life: an Antidote to Chaos—Jordan B. Peterson (Rule 10: Be Precise in Your Speech)