Agama memiliki dimensi kepercayaan. Dan kepercayaan dalam suatu agama mestilah bisa dipertahankan kebenarannya oleh para penganutnya (bila memang meyakini bahwa agama yang mereka anut adalah benar). Sebab tidak menutup kemungkinan seorang penganut agama tertentu mengalami apostasi atau keingkaran terhadap agama yang dianut-nya. Untuk menghindari hal semacam itu, maka para penganut agama harus-lah memiliki dasar argumentasi mengapa ia menganut agama tertentu dan mengklaim kebenarannya. Dan disanalah peran filsafat sebagai alat yang berupaya merasionalkan suatu konsep keagamaan. Filsafat membantu para pemeluk agama untuk senantiasa memperoleh argumentasi logis mengapa mereka menganut agama yang mereka yakini benar. Bersama kawan saya, Ilham Maulana, kami ngoceh sana sini akan perlunya ke-Rasionalan dalam beragama. Agar tidak terjerumus pada eksklusifitas dan klaim kebenaran secara sepihak. Selamat panas ceuli 😁