Duta Injil

Eps. 232 Manusia yang tidak dapat binasa


Listen Later

MANUSIA YANG TIDAK DAPAT BINASA


Hari Penciptaan merupakan dasar ketetapan Allah terhadap maksud penciptaan manusia yaitu tercipta dalam bentuk alamiah dan rohaniah. Bentuk alamiah ini terdiri dari daging dan darah sedangkan bentuk rohaniah berasal dari sorga. Biasa kita sebut manusia itu terdiri dari tubuh (anatomi, organ dan semua anggota tubuh), jiwa (nyawa), roh (bagian tidak terlihat namun yang menghubungkan manusia dengan Allah sebab Allah adalah Roh, roh inilah yang bersifat kekal dan tidak bisa mati).


Mengapa Allah membuat manusia terdari dari 2 hal tersebut, alamiah dan rohaniah? Sebab sesuatu yang rohaniah itu akan hidup apabila yang alamiah belum mati. Kita ketahui bahwa alamiah kita (darah dan daging) ini sudah terkontaminasi oleh dosa sehingga kita harus mati. Namun, syukur kepada Allah oleh karena Yesus Kristus kita beroleh kasih karunia Allah sehingga sekalipun suatu saat kita mati, namun kita akan bangkit dan beroleh hidup. Jika oleh karena persekutuan dengan Adam (manusia pertama) kita mati, maka melalui persekutuan dengan Kristus Yesus (adam / manusia terakhir yang berasal dari sorga) kita beroleh hidup. Sebab Kristus Yesus yang adalah Firman Allah yang Hidup itu telah lahir dan mengambil rupa yang sama seperti manusia (daging dan darah) namun Ia tidak berdosa sebab Ia berasal dari sorga, Ia telah mati di atas kayu salib sebagai wujud pengorbanan dan besarnya kasih Allah terhadap dunia. Ia menjadi korban pengampunan dan penghapusan dosa seluruh umat manusia. Ia yang telah mati itu dibangkitkan pada hari yang ke-3 dan telah menampakkan diri-Nya kepada para rasul dan banyak orang. Ia telah mengenakan tubuh rohani yang mana ini juga akan kita alami Ketika bunyi nafiri yang terakhir diperdengarkan.Kita akan diubah dari tubuh alamiah menjadi tubuh rohaniah. Ini semua akan terjadi di dalam Kristus Yesus, di luar Kristus hanya ada kematian dan kebinasaan.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Duta InjilBy Pdt. Jeftari Misi Toding, M.Th