
Sign up to save your podcasts
Or


“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Banyak orang sudah
mendengar dan mengerti ajaran Kristus tentang keselamatan dan kehidupan kekal, tetapi
banyak diantara mereka tidak menyampaikannya kepada orang-orang yang belum
mendengarnya bahkan tidak melakukannya. Yesus ingin agar kita tidak menyimpan
kebenaran untuk diri sendiri, tetapi Ia menghendaki agar semua orang hidup dalam
kebenaran. Kita yang telah menerima kebenaran ini menjadi alat, perantara atau media
terang Tuhan dipancarkan. Kerajaan Allah memiliki misi kepada semua manusia yaitu untuk
menjadi terang karena manusia telah hidup dalam kegelapan. Menjadi terang itu artinya
menjadi kudus, berarti kita harus hidup menjadi kudus di tengah dunia yang penuh dosa.
Jadi, jika kita kembali kepada teks yang murni mengartikan bahwa kita harus tahu dan
melakukan hukum Tuhan untuk bisa hidup kudus.
Pada zaman nabi Yesaya, begitu banyak nabi-nabi palsu yang mengajarkan aturan-aturan
yang berasal dari kegelapan karena di dalamnya telah ada perjanjian-perjanjian dengan
maut karena mereka tidak mengajarkan Firman Allah. Yesaya 28:10 berkata, “sebab harus
ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!”, mereka mengajarkan umat
Tuhan dengan unsur-unsur kebohongan, penipuan dan itu semua berasal dari hikmat
manusia yang mana dalam diri manusia penuh dengan kejahatan. Banyak ajaran yang
menekan manusia sebagai syarat-syarat hidup berkenan di mata manusia bukan di hadapan
Allah. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa perjanjian dengan maut itu akan dihancurkan dan
hal ini telah terwujud / digenapi dalam Yesus Kristus.
By Pdt. Jeftari Misi Toding, M.Th“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Banyak orang sudah
mendengar dan mengerti ajaran Kristus tentang keselamatan dan kehidupan kekal, tetapi
banyak diantara mereka tidak menyampaikannya kepada orang-orang yang belum
mendengarnya bahkan tidak melakukannya. Yesus ingin agar kita tidak menyimpan
kebenaran untuk diri sendiri, tetapi Ia menghendaki agar semua orang hidup dalam
kebenaran. Kita yang telah menerima kebenaran ini menjadi alat, perantara atau media
terang Tuhan dipancarkan. Kerajaan Allah memiliki misi kepada semua manusia yaitu untuk
menjadi terang karena manusia telah hidup dalam kegelapan. Menjadi terang itu artinya
menjadi kudus, berarti kita harus hidup menjadi kudus di tengah dunia yang penuh dosa.
Jadi, jika kita kembali kepada teks yang murni mengartikan bahwa kita harus tahu dan
melakukan hukum Tuhan untuk bisa hidup kudus.
Pada zaman nabi Yesaya, begitu banyak nabi-nabi palsu yang mengajarkan aturan-aturan
yang berasal dari kegelapan karena di dalamnya telah ada perjanjian-perjanjian dengan
maut karena mereka tidak mengajarkan Firman Allah. Yesaya 28:10 berkata, “sebab harus
ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!”, mereka mengajarkan umat
Tuhan dengan unsur-unsur kebohongan, penipuan dan itu semua berasal dari hikmat
manusia yang mana dalam diri manusia penuh dengan kejahatan. Banyak ajaran yang
menekan manusia sebagai syarat-syarat hidup berkenan di mata manusia bukan di hadapan
Allah. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa perjanjian dengan maut itu akan dihancurkan dan
hal ini telah terwujud / digenapi dalam Yesus Kristus.