"Kak, kok kamu belum bisa baca sih gak kaya temenmu udah bisa baca !"
"Ih dek lihat tuh kakakmu dulu umur segini udah bisa jalan"
Bunda, tanpa kita sadari kita pernah mengucapkan kata-kata yang membandingkan, antara adik atau kakak atau kadang dengan teman sebayanya.
Bagaimanakah perasaan mereka ?
Dampak apakah terhadap anak apabila sering membandingkan ?
Sesi berbagi kali ini berjudul *"Banggalah pada anakmu, Ibu"*, bercerita tentang bagaimana kita tidak selalu menghujani anak dengan komentar perbandingan tetapi untuk mengajari mereka untuk menjadi versi terbaiknya.
Karena
*Menjadi orang tua bukanlah sebuah kompetisi*