
Sign up to save your podcasts
Or


Tuhan berkenan menyatakan diri-Nya kepada setiap orang yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya
(Markus 16:9-12; Yohanes 12:1-8; Roma 12:1;)
Saat kelahiran bayi Yesus Kristus, Tuhan menghendaki para gembala di padang Efrata yang pertama kali melihat kelahiran Sang Raja Damai, Anak Daud. Para gembala ini merupakan sekumpulan orang sederhana dan rendah hati. Saat kebangkitan Yesus Kristus, Ia berkenan untuk menampakkan diri-Nya pertama kali kepada Maria Magdalena, seorang wanita yang pernah dilayani-Nya dari kerasukan tujuh roh setan dan ia juga lah wanita yang meminyaki kaki Yesus sebelum menjelang hari penyaliban-Nya. Dialah orang pertama dari sekian banyak orang yang ada di sekeliling Yesus yang telah memberikan apa yang terbaik, menunjukkan sikap kerendahan hati dan kesungguhannya dalam mengasihi Yesus. Korelasi dari kedua latar belakang ini menuju kepada satu titik yang sama yaitu kerendahan hati. TUHAN berkenan menyatakan diri-Nya kepada siapa yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya! Banyak orang mengambil profesi sebagai pendeta namun masih ada di antara mereka yang belum memiliki hati sebagai seorang hamba yaitu rendah hati, tunduk dan totalitas melayani Tuhan.
Kembali ke konteks Maria Magdalena yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu mahal sekitar 300 dinar atau setara dengan upah buruh dalam satu tahun saat itu. Bukan soal betapa mahalnya minyaknya, tetapi kerelaan, kesungguhan dan ucapan syukur dari hatinya oleh karena Yesus telah menyelamatkan dia dari ikatan roh jahat. Ia begitu menghargai, berterimakasih kepada Tuhan dengan cara memberikan apa yang ia punya kepada Yesus. Minyak mahal pun tak menjadi soal baginya sebab ia mau mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan Yesus.
Mengapa Yesus menghendaki Maria Magdalena menjadi orang pertama yang harus melihat kebangkitan-Nya? Mengapa bukan murid-murid-Nya?
Markus 16:9-13 → saat Maria Magdalena pergi memberitahukan kebangkitan Yesus kepada murid-murid dan orang-orang yang selalu mengiring Yesus yang saat itu sedang menangis dan berkabung, mereka semua tidak percaya! Inilah alasan mengapa Yesus berkenan untuk menampakkan diri-Nya terlebih dahulu kepada Maria Magdalena. Maria Magdalena memiliki iman dan percaya kepada setiap perkataan Yesus perihal kebangkitan-Nya di hari ketiga dan terlebih karena Maria memiliki sikap rendah hati dan sangat mengasihi Yesus.
Orang yang beriman adalah orang yang mengasihi Yesus, dan orang-orang yang seperti ini sukar ditemui di akhir zaman. Manusia akhir-akhir ini hanya memikirkan dirinya sendiri dan sarat akan kasih. Banyak orang masih khawatir akan hidupnya. Dari kisah Maria Magdalena mengajarkan kepada kita gereja untuk sungguh-sungguh mengasihi Yesus, mengagungkan Yesus. Memberikan hidup ini sebagai persembahan yang menyenangkan dan memuliakan Tuhan (Rom.12:1), itulah ibadah yang sejati, bukan hanya sekedar datang, bernyanyi, formalitas liturgi dalam ibadah. Jadilah seorang seperti Maria Magdalena, yang memiliki sikap hati sebagai seorang hamba yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Seorang yang memberikan dirinya sebagai persembahan yang hidup dan memberikan apa yang terbaik dari dirinya untuk memuliakan Tuhan. Seorang yang sudah mengalami lawatan / jamahan kasih Tuhan dan menjadi saksi perbuatan ajaib tangan Tuhan atas hidupnya.
By Pdt. Jeftari Misi Toding, M.ThTuhan berkenan menyatakan diri-Nya kepada setiap orang yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya
(Markus 16:9-12; Yohanes 12:1-8; Roma 12:1;)
Saat kelahiran bayi Yesus Kristus, Tuhan menghendaki para gembala di padang Efrata yang pertama kali melihat kelahiran Sang Raja Damai, Anak Daud. Para gembala ini merupakan sekumpulan orang sederhana dan rendah hati. Saat kebangkitan Yesus Kristus, Ia berkenan untuk menampakkan diri-Nya pertama kali kepada Maria Magdalena, seorang wanita yang pernah dilayani-Nya dari kerasukan tujuh roh setan dan ia juga lah wanita yang meminyaki kaki Yesus sebelum menjelang hari penyaliban-Nya. Dialah orang pertama dari sekian banyak orang yang ada di sekeliling Yesus yang telah memberikan apa yang terbaik, menunjukkan sikap kerendahan hati dan kesungguhannya dalam mengasihi Yesus. Korelasi dari kedua latar belakang ini menuju kepada satu titik yang sama yaitu kerendahan hati. TUHAN berkenan menyatakan diri-Nya kepada siapa yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya! Banyak orang mengambil profesi sebagai pendeta namun masih ada di antara mereka yang belum memiliki hati sebagai seorang hamba yaitu rendah hati, tunduk dan totalitas melayani Tuhan.
Kembali ke konteks Maria Magdalena yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu mahal sekitar 300 dinar atau setara dengan upah buruh dalam satu tahun saat itu. Bukan soal betapa mahalnya minyaknya, tetapi kerelaan, kesungguhan dan ucapan syukur dari hatinya oleh karena Yesus telah menyelamatkan dia dari ikatan roh jahat. Ia begitu menghargai, berterimakasih kepada Tuhan dengan cara memberikan apa yang ia punya kepada Yesus. Minyak mahal pun tak menjadi soal baginya sebab ia mau mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan Yesus.
Mengapa Yesus menghendaki Maria Magdalena menjadi orang pertama yang harus melihat kebangkitan-Nya? Mengapa bukan murid-murid-Nya?
Markus 16:9-13 → saat Maria Magdalena pergi memberitahukan kebangkitan Yesus kepada murid-murid dan orang-orang yang selalu mengiring Yesus yang saat itu sedang menangis dan berkabung, mereka semua tidak percaya! Inilah alasan mengapa Yesus berkenan untuk menampakkan diri-Nya terlebih dahulu kepada Maria Magdalena. Maria Magdalena memiliki iman dan percaya kepada setiap perkataan Yesus perihal kebangkitan-Nya di hari ketiga dan terlebih karena Maria memiliki sikap rendah hati dan sangat mengasihi Yesus.
Orang yang beriman adalah orang yang mengasihi Yesus, dan orang-orang yang seperti ini sukar ditemui di akhir zaman. Manusia akhir-akhir ini hanya memikirkan dirinya sendiri dan sarat akan kasih. Banyak orang masih khawatir akan hidupnya. Dari kisah Maria Magdalena mengajarkan kepada kita gereja untuk sungguh-sungguh mengasihi Yesus, mengagungkan Yesus. Memberikan hidup ini sebagai persembahan yang menyenangkan dan memuliakan Tuhan (Rom.12:1), itulah ibadah yang sejati, bukan hanya sekedar datang, bernyanyi, formalitas liturgi dalam ibadah. Jadilah seorang seperti Maria Magdalena, yang memiliki sikap hati sebagai seorang hamba yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Seorang yang memberikan dirinya sebagai persembahan yang hidup dan memberikan apa yang terbaik dari dirinya untuk memuliakan Tuhan. Seorang yang sudah mengalami lawatan / jamahan kasih Tuhan dan menjadi saksi perbuatan ajaib tangan Tuhan atas hidupnya.