Puisi ini teruntuk dia, manusia setegar kaktus, yang mampu tetap tumbuh di tanah tandus. Teruntuk dia, manusia seindah kaktus, namun tak bisa untuk ku dekap terus. Dan jika kamu berkenan untuk membaca kisah hidupku, kamu bisa menemukanku di https://my.w.tt/KLXzC5XGF7