Mungkin berbeda dari teman-teman yang akan berbicara tentang ilmu yang mereka pahami, saya akan bicara tentang apa yang tidak saya pahami.
.
Tentang Identitas.
.
Paris Salon adalah eksebisi tahunan yang disponsori oleh Pemerintah Prancis dan Akademi Seni Rupa Prancis. Ribuan lukisan dari berbagai penjuru diseleksi dengan ketat. Standar kala itu menempatkan lukisan realis dan historis di posisi tertinggi.
.
Tahun 1863, dua per tiga dari karya yang didaftarkan tidak lolos seleksi. Pelukis-pelukis ini bersama dengan teman-temannya melakukan protes besar-besaran terhadap Salon. Protes ini akhirnya menghasilkan eksebisi tandingan bernama Salon des Refusés; Salon yang membuka jalan bagi estetika baru.
.
Menurut saya pergolakan preferensi estetis di cerita ini dapat menjadi bahan diskusi, ketika Sayembara Propan, TMII, dan Kuliah Sejarah Arsitektur Indonesia masih berbicara yang itu-itu saja.
Presentasi & Ilustrasi oleh Gagas Firas Silmi