Radio Rodja 756 AM

Gelar Bulan Ramadhan


Listen Later

Gelar Bulan Ramadhan ini adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang  disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 11 Ramadhan 1443 H / 13 April 2022 M.

Kajian Ilmiah Tentang Gelar Bulan Ramadhan
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan gelar-gelar pada bulan Ramadhan. Dan dengan memahami gelar-gelar tersebut, maka kita mengetahui apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita jauhi di dalam bulan Ramadhan.
1. Bulan Berpuasa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kalian  diwajibkan atas mereka berpuasa agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Juga berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan ayat dan hadits tersebut, maka para ulama Rahimahumullahu Ta’ala menyebutkan bahwa gelar salah satu gelar Ramadhan adalah شهر الصيام (bulan berpuasa).
Oleh karena itu pada bulan Ramadhan diwajibkan untuk berpuasa bagi setiap muslim, baligh, berakal, mampu, mukim, selain wanita yang haidh dan nifas. Siapa yang memenuhi enam syarat ini maka wajib baginya untuk berpuasa pada bulan Ramadhan.
Dan siapa saja yang muslim, baligh, berakal, mampu, mukim, terlepas dari halangan-halangan puasa seperti haid dan nifas, kemudian dia tidak berpuasa pada siang bulan Ramadhan tanpa ada udzur yang dibenarkan syariat, maka dia adalah pelaku dosa besar.
Yang patut diperhatikan saat kita mengatakan bahwa Ramadhan bulan berpuasa adalah bukan hanya sekedar berpuasa, tetapi berpuasa yang karena iman dan berharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Imam An-Nawawi Rahimahullah mengatakan bahwa makna berpuasa karena iman maksudnya adalah mempercayai bahwa ibadah puasa tersebut adalah benar datang dari Allah dan bermaksud mendapatkan kemuliaan dari puasa tersebut.
Puasa bukan sekadar rutinitas kaum muslimin pada bulan Ramadhan. Tetapi ini adalah proses ibadah dimana kita menginginkan keutamaan dari puasa tersebut.
Adapun yang dimaksud dengan berpuasa karena berharap pahala yaitu ketika berpuasa dia menginginkan pahala/penghargaan/sanjungan/ganjaran dari Allah, tidak memaksudkan dari puasanya pandangan manusia dan juga hal-hal selainnya yang menyelisihi keikhlasan berpuasanya.
2. Bulan Ketakwaan
Menit ke- Kalau kita perhatikan surah Al-Baqarah ayat 183-187, maka kita akan dapati bahwa ayat-ayat tersebut diawali dengan takwa dan diakhiri dengan takwa. Maka gelar Ramadhan adalah  شهر التقوى (bulan ketakwaan).
Talq bin Habib Rahimahullah mengatakan bahwa bertakwa adalah:
أن تعمل بطاعة الله، على نور من الله، ترجو ثواب الله، و تترك معصية الله على نور من الله تخاف عقاب الله
“Mengerjakan ketaatan kepada Allah dengan petunjuk dari Allah karena berharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan meninggalkan maksiat yang dilarang oleh Allah dengan petunjuk dari Allah karena takut siksa Allah.”
Ringkasnya, takwa adalah mengerjakan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang.
Oleh karena itu saat bulan Ramadhan, baik disiang hari saat berpuasa atau dimalam harinya kita dituntut untuk lebih bertakwa dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan.
Ada sebagian orang yang diceritakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa dia berpuasa ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings