Hadits Arbain Ke 37 – Allah Mencatat Kebaikan dan Keburukan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi Rahimahullahu Ta’ala. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 18 Rabi’ul Akhir 1443 H / 23 November 2021 M.
Download juga kajian sebelumnya: Hadits Arbain Ke 35 – Semua Muslim Bersaudara
Kajian Hadits Arbain Ke 37 – Allah Mencatat Kebaikan dan Keburukan
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم -فِيْمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى-، قَالَ: «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ: فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ.
وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً» رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ
Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat beliau dari Tuhan beliau Tabaraka wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan, kemudian dia menjelaskannya;
Barangsiapa yang bertekad untuk berbuat baik tapi dia kemudian tidak mengamalkan kebaikan itu, maka Allah mencatatnya di sisiNya sebagai sebuah kebaikan yang sempurna.
Dan jika dia berniat untuk berbuat baik kemudian dia mengamalkan kebaikan itu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mencatatnya di sisiNya dan melipatgandakannya menjadi 10 kebaikan, atau menjadi 700, atau menjadi lebih banyak lagi.
Dan jika dia berniat untuk melakukan keburukan kemudian tidak mengamalkannya, maka Allah mencatatnya sebagai kebaikan yang sempurna. Dan jika dia berniat untuk berbuat keburukan kemudian dia mengamalkan keburukan itu, maka Allah mencatatnya sebagai satu keburukan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini adalah sebuah kabar dan informasi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah menyampaikan kepada kita bahwasanya Dia mencatat amalan-amalan kebaikan kita, pun juga amalan-amalan keburukan kita. Maka kita harus hati-hati dengan amalan kita. Kita harus meyakini bahwasanya seluruh amal baik pasti dicatat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan amalan-amalan buruk kita juga dicatat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini menegaskan bahwasanya akan ada pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Masing-masing dari kita akan ditanya tentang amalannya. Apa yang sudah kita lakukan di dunia? Kita semuanya akan mempertanggungjawabkan itu dengan pertanggungjawaban yang sangat detail di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita semuanya harus menyiapkan diri untuk itu. Andai kematian menutup kehidupan kita sama sekali, maka kita bisa santai-santai. Tapi kematian hanyalah menutup kehidupan dunia kita saja. Dibalik kematian itu masih ada kehidupan yang lebih besar, kehidupan yang lebih penting, yang merupakan kehidupan sejati. Kebahagiaan kita di sana tergantung pada amalan kita saat masih di dunia.
Maka selagi kita masih punya nafas, selagi kita masih punya nyawa, hendaknya kita ingat bahwasanya dunia ini hanya sementara. Kita harus mengupayakan kebahagiaan kita di akhirat yang merupakan negeri yang abadi dan kehidupan yang sejati. Jangan sampai kita terlena. Ingat bahwasanya semua amalan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Su...