Hadits Arbain Ke 40 – Prioritas Seorang Muslim merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi Rahimahullahu Ta’ala. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 8 Sya’ban 1443 H / 22 Maret 2022 M.
Download juga kajian sebelumnya: Hadits Arbain Ke 39 – Hukum Tidak Sengaja, Lupa dan Dipaksa
Kajian Hadits Arbain Ke 40 – Prioritas Seorang Muslim
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِمَنْكِبَيَّ، فَقَالَ: «كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ. وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasanya beliau mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memegang kedua pundak saya, kemudian beliau bersabda: ‘Di dunia ini jadilah seperti orang yang asing atau orang yang sedang musafir.'”
Dan Ibnu ‘Umar pernah mengatakan: “Jika engkau berada di waktu sore jangan menunggu waktu pagi, jika engkau berada di waktu pagi maka jangan tunggu waktu sore. Dan ambillah dari masa sehatmu sebelum sakitmu, dan ambillah dari masa hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Bukhari)
Hadits Abdullah bin ‘Umar ini adalah hadits pokok yang menjelaskan kepada kita tentang prioritas yang benar. Apakah dunia atau akhirat yang akan kita dahulukan? Juga bagaimana kita bersikap dalam urusan dunia kita.
Semua Nabi dan para pengikutnya mengajarkan kepada kita bahwasannya akhirat harus diprioritaskan dan di dunia ini hendaknya kita mengambil secukupnya saja. Ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an saat bercerita tentang orang yang beriman dari kalangan keluarga Firaun. Dia mengatakan:
يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ
“Wahai kaumku, sesungguhnya dunia ini adalah kenikmatan dan sungguh akhirat adalah tempat yang abadi.” (QS. Ghafir[40]: 39)
Kehidupan dunia adalah kehidupan dimana orang-orang merasakan kenikmatan di dalamnya, tapi hanya dalam waktu yang pendek kemudian dia segera hilang dan fana. Dan sungguh kehidupan akhirat adalah tempat yang abadi atau tempat untuk tinggal.
Maka kita sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala hendaknya berpikir demikian. Akhirat adalah kehidupan yang abadi, sementara dunia ini hanya sementara, kita hanya mampir disini.
Jangan salah prioritas, jangan kita terlalu asik dengan dunia yang fana dan segera habis. Kita tinggal di sini beberapa tahun saja untuk kemudian setelah itu kita berpindah ke alam yang lebih abadi. Sementara kebahagiaan kita di sana tergantung pada apa yang sudah kita amalkan saat di dunia.
Maka jangan sampai kita terlena dengan kehidupan dunia yang pendek dengan terus mengejar kenikmatannya. Dimana mengejar kenikmatan dunia itu pasti akan membuat kita jatuh dalam perkara-perkara yang haram.
Ingat bahwasanya dunia ini pendek dan kita hanya sementara di sini. Keberadaan kita di dunia adalah untuk menyiapkan bekal akhirat. Karena kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat. Maka di sini kita harus banyak beramal, harus banyak menambah bekal. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
“Maka berkahilah dirimu, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.