Radio Rodja 756 AM

Hadits-Hadits Yang Menjelaskan Sifat Istiwa’


Listen Later

Hadits-Hadits Yang Menjelaskan Sifat Istiwa’ ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Tentang Nama-Nama Allah dan Sifat-SifatNya. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 10 Safar 1443 H / 17 September 2021 M.
Kajian sebelumnya: Ayat-Ayat Yang Menjelaskan Tentang Sifat Istiwa’

Kajian Tentang Hadits-Hadits Yang Menjelaskan Sifat Istiwa’
Pembahasan tentang sifat istiwa’ menjadi perkara yang diperselisihkan dan ditakwilkan oleh Ahlul kalam. Sementara kita mengetahui dan memahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan sifat tersebut di dalam 7 ayat dalam Al-Qur’anul Karim. Begitu juga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga telah menjelaskan hal itu. Akan tetapi muncul sekte dari Ahlul kalam mengingkari sifat tersebut kemudian mentakwilnya dengan berbagai alasan yang tidak bisa diterima oleh akal yang sehat, disertai dengan berbagai syubhat yang berlandaskan logika semata.
Kita perlu juga menyampaikan sebagian hadits yang disabdakan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ini didengar dan diimani oleh para sahabat.
Hadits tentang Sifat Istiwa’
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Abu Hurairah sembari memegang tangan beliau, kemudian menyampaikan kepada Abu Hurairah:
يَا أَبَا هُرَيرَةَ، إِنَّ اللهَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ وَمَا بَينَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ، ثُمَّ استَوَى عَلَى العَرشِ
“Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia berada di atas ‘Arsy.” (HR. An-Nasa’i, hasan)
Hadits ini memperkuat dan mempertegas makna yang terdapat dalam ayat-ayat yang kita bacakan bahwa setelah Allah menciptakan langit dan bumi selama enam hari kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih (sesuai dengan keagungan, kebesaran dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala) untuk istiwa’ di atas ‘Arsy.
Dalam hadits Qatadah bin Nu’man Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَمَّا فَرَغَ اللهُ مِنْ خَلْقِهِ اسْتَوَى عَلَى عَرْشِهِ
“Setelah Allah selesai menciptakan makhlukNya, kemudian Allah istiwa’ di atas ‘ArsyNya.” (HR. Al-Khallal)
Perkataan ulama tentang istiwa’
Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa makna istiwa’ yang dipahami oleh ulama salaf ada empat, yaitu:

* العلو
* الارتفاع
* الاستقرار
* السعود

Keempat makna yang dinukilkan dari ulama salaf tentang istiwa’ ini menunjukkan kepada ketinggian sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tentu yang demikian itu sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan karena Allah butuh kepada ‘Arsy, akan tetapi ‘Arsy (bahkan semua malaikat pemikul ‘Arsy) membutuhkan pertolongan Allah.
Diwaktu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hidup, beliau membacakan ayat Al-Qur’an kepada para sahabatnya, menyampaikan lafadz Al-Qur’an dan juga maknanya secara bersamaan. Bahkan tujuan lafadz Al-Qur’an disampaikan adalah untuk dipahami maknanya.
Para sahabat mendengar ayat tersebut. Subhanallah, karena fitrah mereka yang masih lurus, hati mereka yang masih bersih, pikiran yang masih jernih, mereka yang selalu mengimani apa yang datang dari Allah dan RasulNya dan tidak mengha...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings