Radio Rodja 756 AM

Hadits Menyayangi Binatang


Listen Later

Hadits Menyayangi Binatang adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 03 Dzulhijjah 1442 H / 13 Juli 2021 M.
Kajian sebelumnya: Lemah-Lembut dan Memberikan Hak Hewan Ketika Safar
Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Menyayangi Binatang
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, beliau mengatakan:
كنا إذا نَزَلْنا مَنْزِلًا، لا نُسَبِّحَ حتى نَحُلَّ الرِّحال
“Kami dahulu apabila dalam perjalanan turun di suatu tempat, kita tidak mengawali shalat sebelum menurunkan muatan yang ada pada unta.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Imam Muslim)
Kata Imam An-Nawawi Rahimahullah bahwa لا نُسبِّح artinya tidak shalat sunnah. Maknanya bahwa meskipun kami (para sahabat) semangat mengerjakan shalat, tetapi kami tidak mendahulukan shalat atas pekerjaan menurunkan pelana unta dan muatan-muatan yang ada di atas punggung unta tersebut dan menjadikan mereka istirahat.
Ini menunjukkan bagaimana adab kita kepada binatang. Bagaimana menyayangi dan lemah-lembut kepada binatang. Yang diambil dari hadits ini adalah:
Keutamaan shalat
Shalat jangan sampai dinomorsekiankan. Tapi hendaknya shalat adalah hal pertama yang kita perhatikan, terlebih lagi shalat lima waktu yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat. Maka shalat lima waktu adalah sesuatu yang tidak ada tawar-menawar.
Ini juga merupakan peringatan kepada kita sebagai pendidik, sebagai orang tua, sebagai guru dan yang lainnya untuk tidak meremehkan masalah shalat dan mengajarkan ini kepada anak didik dan keluarga kita tentang keutamaan shalat. Karena orang kalau sudah meremehkan shalat, maka dia akan lebih meremehkannya. Oleh karena itu waspada dalam hal berkaitan dengan ibadah shalat lima waktu.
Lemah-lembut kepada binatang
Islam mengajarkan kepada kita untuk menyayangi, lemah-lembut dan memberikan hak binatang. Kalau binatang saja kita berikan haknya, apalagi sesama manusia dan lebih dari itu sesama muslim.
Maka Islam ini bukan hanya teori, Islam adalah praktek. Memberikan hak kepada yang berhak, terutama seorang muslim. Kita harus memperhatikan hak-hak mereka sebagai saudara kita, sehingga kita tidak melalaikan hak mereka yang merupakan kewajiban kita.
Ketika binatan digunakan sebagai kendaraan yang ditunggangi, berjalan dalam perjalanan yang jauh, apalagi perjalanannya di padang pasir, maka ketika istirahat perhatikanlah istirahatnya binatang tersebut. Berikan hak mereka untuk istirahat. Di antaranya adalah menurunkan pelana yang ada di punggungnya. Hal ini agar dia lebih leluasa dan nyaman dalam istirahatnya.
Semangat wasiat Nabi
Hadits ini menunjukkan bagaimana semangat para sahabat dalam melaksanakan wasiat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk lemah-lembut kepada binatang. Ini adalah wasiat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang Allah utus untuk seluruh manusia.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering memberi wasiat dan peringatan kepada para sahabat agar lemah-lembut dan memperhatikan hak-hak binatang yang menjadi kendaraan atau alat angkut mereka. Jangan sampai melalaikan binatang tersebut. Sebagaimana hadits yang sebelumnya, seekor unta di sebuah kebun salah seorang Anshar yang dia menangis melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengadu: “Aku ini hanya dipekerjakan oleh tuanku tapi d...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings