Radio Rodja 756 AM

Hadits Tentang Sifat Ketinggian Allah Subhanahu wa Ta’ala


Listen Later

Hadits Tentang Sifat Ketinggian Allah Subhanahu wa Ta’ala ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Tentang Nama-Nama Allah dan Sifat-SifatNya. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 02 Rabiul Awal 1443 H / 08 Oktober 2021 M.
Kajian sebelumnya: Para Sahabat Tidak Ada Yang Mentakwil Istawa’ dengan Istaula

Kajian Hadits Tentang Sifat Ketinggian Allah Subhanahu wa Ta’ala
Sebelumnya kita sudah menjelaskan sebagian dalil dari Al-Qur’an bahwa Allah Maha Tinggi. Pada kesempatan kali ini kita akan menyebutkan sebagian dari hadits-hadits Shahih yang menjelaskan sifat ketinggian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah itu kita akan menukil sebagian dari perkataan ulama Salaf yang menjadi panutan kita di dalam beragama.
Di antara hadits yang menjelaskan sifat ketinggian Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الخَلْقَ، كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tatkala menentukan takdir makhluk, takdir tersebut ditulis di sebuah kitab dan kitab tersebut ada di sisi Allah di atas ‘Arsy: ‘Sesungguhnya rahmatKu mendahului murkaKu’” (HR. Bukhari)
Hadits ini tentunya sesuai dengan ayat yang menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala diatas ‘Arsy, diatas makhlukNya. Menunjukkan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Tinggi.
Sifat Al-‘Uluw merupakan sifat dzatiyah, yaitu yang senantiasa menyertai diri Allah. Sebelum Allah menciptakan ‘Arsy, Allah telah Maha Tingi.
Lihat: Sifat Dzatiyah dan Fi’liyah
Di antara dalil yang menjelaskan ketinggian Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah perkataan Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy Radhiyallahu ‘Anha. Yaitu bagaimana proses Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menikahi beliau. Ummul Mukminin Zainab merasa bangga tatkala dimana akad pernikahan tersebut disahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah yang langsung menghalalkan hal itu untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ummul Mukminin Zainab berkata:
زوجُكُنَّ أهْلوكُنَّ وزوَّجَنيَ اللَّهُ من فوقِ سبعِ سماواتٍ
“Kalian dinikahkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam oleh wali-wali kalian, sementara aku dinikahkan langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari atas langit yang tujuh.” (HR. Tirmidzi)
Ini menunjukkan kepada kita bahwa para shahabiyat mengimani, ini merupakan fitrah yang telah terpatri dalam hati mereka bahwa Allah Maha Tinggi. Kemudian datang ayat dan hadits-hadits mempertegas apa yang diyakini oleh fitrah dan akal yang sehat.
Juga di antara hadits yang menjelaskan ketinggian Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas seluruh makhlukNya, yaitu hadits yang menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ…
“Allah yang pertama, yang terakhir, dzahir dan batin…” (QS. Al-Hadid[57]: 3)
Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menafsirkan makna dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ
“Ya Allah, Engkau Yang Maha Pertama, tidak ada  suatupun sebelumMu.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings