Radio Rodja 756 AM

Harta Menjadikan Hamba Membenci Perjumpaan dengan Allah


Listen Later

Harta Menjadikan Hamba Membenci Perjumpaan dengan Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 15 Rabi’ul Awal 1443 H / 21 Oktober 2021 M.
Kajian sebelumnya: Perbandingan Kelezatan Harta dan Ilmu

Ceramah Agama Islam Tentang Harta Menjadikan Hamba Membenci Perjumpaan dengan Allah
Segi-segi kemuliaan ilmu dibandingkan harta:
Tiga puluh empat, kelezatan yang dirasakan oleh orang yang kaya dengan harta selalu berkaitan dengan kehadiran orang-orang di sekitarnya. Meskipun misalnya tidak ada orang lain kecuali yang paling dekat saja, para pembantunya, pelayannya, istri-istrinya, tawanan budak-budaknya ataupun pengikut-pengikutnya. Karena meskipun dia memiliki harta sebanyak apapun kalau tidak ada yang melayani dia hampir tidak ada artinya harta tersebut. Meskipun dia kaya tetap dia butuh orang yang melayaninya.
Orang yang kaya dengan harta, seandainya dia sendirian menikmati hartanya tanpa ada pelayan, atau istri atau tanpa ada seorang pun dari kalangan manusia, maka dia tidak akan sempurna mengambil manfaat dan menikmati hartanya.
Dan dikarenakan sempurnanya kelezatan dengan kekayaan harta ini tergantung dari bagaimana dia membutuhkan yang lainnya, maka hubungan dengan orang lain ini menjadi sebab timbulnya berbagai macam gangguan dan kesusahan pada dirinya. Karena ketika sudah berhubungan dengan orang pasti dia akan berusaha mencari sebab untuk membuat orang suka kepadanya padahal tidak mungkin akan dicapai hal tersebut.
Di sini Ibnul Qayyim ingin menegaskan bahwasanya kekayaan dengan harta itu tidak akan bisa kita rasakan dengan sempurna. Tetap kita harus membutuhkan yang lain, tidak bisa dia berdiri sendiri. Maka orang ini akan mendapatkan cobaan dengan keberadaan orang-orang yang mau tidak mau dia butuh. Akan terjadi yang namanya kebencian atau permusuhan antara dia dengan mereka. Karena menjadikan semua manusia ridha kepadanya adalah perkara yang mustahil untuk dicapai.
Dengan dia mencari keridhaan sebagian dan membuat marah yang lainnya, ini adalah sebab keburukan dan permusuhan. Yang mana semakin lama kita bergaul dengan manusia, maka akan semakin menambah sebab-sebab keburukan dan permusuhan, bahkan menguatkannya.
Pergaulan yang lama-kelamaan justru banyak keburukan ini hanyalah terjadi dari sisi kekayaan dengan harta. Karena kalau  seandainya orang yang punya harta ini tidak punya jasa atau kebaikan kepada mereka, justru mereka akan menjauhi, tidak mau bergaul dan tidak mau dekat dengannya.
Sementara keburukan ini tidak terdapat pada kekayaan dengan ilmu. Karena orang yang kaya dengan ilmu dan mengajarkan ilmunya kepada manusia, maka manusia akan menghormatinya, menghargai dia dengan dengan ilmunya, akan berusaha untuk menunaikan dan menjaga hak-haknya.
Tiga puluh lima, orang tidak menunju kepada harta untuk langsung dinikmati pada dzatnya. Karena dzat harta itu sendiri tidak bisa mendatangkan manfaat sama sekali. Akan tetapi harta itu ditujukan untuk bisa membeli fasilitas-fasilitas atau makanan-makanan yang kita butuhkan. Karena harta itu sendiri merupakan sarana atau jalan untuk meraih tujuan-tujuan kita. Dan sudah diketahui bahwasanya tujuan-tujuan itu lebih mulia dibandingkan sarana. Padahal tujuan itu -meskipun lebih mulia dibandingkan harta- adalah kurang dan rendah karena masih berhubungan dengan urusan-urusan dunia.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings