
Sign up to save your podcasts
Or


Romo Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP
[Bacaan Injil : Lukas 15 : 1 - 3
Hari Minggu Biasa ke-24 (15 September 2019)]
Bab 15 dari Injil Lukas berisi tiga perumpamaan yang paling mengharukan dan indah diseluruh Alkitab. Tiga perumpamaan ini dikenal sebagai perumpamaan tentang domba yang hilang, perumpamaan tentang koin yang hilang, dan juga perumpamaan tentang anak yang hilang. Jika kita melihat lebih dekat dalam ketiga perumpamaan ini, apa yang begitu menakjubkan dan mencengangkan adalah bagaimana Yesus membengkokkan, memutar, dan merentangkan logika manusia serta budaya Israel untuk menyampaikan poin terdalam-Nya. Di Israel kuno, para gembala tahu bahwa untuk menggembalakan kawanan domba bukanlah pekerjaan yang mudah karena mereka harus memimpin kawanan domba untuk mencari makanan dan minum. Ketika seekor domba mencari makanan, ia dengan mudah tersesat dan bisa saja menjadi mangsa serigala atau diambil oleh perampok. Namun, kadang-kadang ada satu atau dua domba tersesat dan gembala harus pergi untuk menyelamatkannya. Yesus memberi tahu para pendengarnya tentang seorang gembala yang berani meninggalkan domba-domba lain untuk mencari satu domba yang hilang. Sepanjang jalan, ia mungkin menemukan bahaya yang mengancam jiwanya sendiri seperti perampok atau serigala. Tetapi ada hal yang luar biasa dari hal ini bahwa ketika sang gembala menemukan hewannya yang hilang, ia sangat bersukacita. Misinya telah berhasil dan sekarang saatnya untuk berbagi sukacita dengan orang lain. Ini kisah yang mengharukan dimana dia ingin menunjukkan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik. Tuhan adalah wanita yang bersukacita atas koin kecil yang ia temukan. Tuhan adalah ayah yang menerima dan merayakan putranya yang durhaka yang kini kembali. Melalui perumpamaan-perumpamaan ini, Yesus mengajar kita bahwa Allah kita penuh belas kasihan dan kemurahan-Nya berada diluar dugaan atau imajinasi kita. Inilah sebabnya mengapa perumpamaan ini disebut sebagai “Hati dari segala Injil” karena ketiga perumpamaan berbicara inti dari Injil yakni Kerahiman Allah. Kita masing-masing seperti domba yang hilang, koin yang hilang atau anak yang hilang. Ada waktu-waktu didalam hidup dimana kita merasa sangat rendah dan merasa tidak berarti dan hilang. Tidak ada kebahagiaan duniawi yang dapat mengisi hati kita, sampai Yesus menemukan kita. Maka kita harus percaya bahwa Ini adalah Tuhan kita, Tuhan yang penuh belas kasih dan penyayang yang tanpa lelah mencari putra dan putri-Nya yang hilang.
By Aquinas CenterRomo Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP
[Bacaan Injil : Lukas 15 : 1 - 3
Hari Minggu Biasa ke-24 (15 September 2019)]
Bab 15 dari Injil Lukas berisi tiga perumpamaan yang paling mengharukan dan indah diseluruh Alkitab. Tiga perumpamaan ini dikenal sebagai perumpamaan tentang domba yang hilang, perumpamaan tentang koin yang hilang, dan juga perumpamaan tentang anak yang hilang. Jika kita melihat lebih dekat dalam ketiga perumpamaan ini, apa yang begitu menakjubkan dan mencengangkan adalah bagaimana Yesus membengkokkan, memutar, dan merentangkan logika manusia serta budaya Israel untuk menyampaikan poin terdalam-Nya. Di Israel kuno, para gembala tahu bahwa untuk menggembalakan kawanan domba bukanlah pekerjaan yang mudah karena mereka harus memimpin kawanan domba untuk mencari makanan dan minum. Ketika seekor domba mencari makanan, ia dengan mudah tersesat dan bisa saja menjadi mangsa serigala atau diambil oleh perampok. Namun, kadang-kadang ada satu atau dua domba tersesat dan gembala harus pergi untuk menyelamatkannya. Yesus memberi tahu para pendengarnya tentang seorang gembala yang berani meninggalkan domba-domba lain untuk mencari satu domba yang hilang. Sepanjang jalan, ia mungkin menemukan bahaya yang mengancam jiwanya sendiri seperti perampok atau serigala. Tetapi ada hal yang luar biasa dari hal ini bahwa ketika sang gembala menemukan hewannya yang hilang, ia sangat bersukacita. Misinya telah berhasil dan sekarang saatnya untuk berbagi sukacita dengan orang lain. Ini kisah yang mengharukan dimana dia ingin menunjukkan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik. Tuhan adalah wanita yang bersukacita atas koin kecil yang ia temukan. Tuhan adalah ayah yang menerima dan merayakan putranya yang durhaka yang kini kembali. Melalui perumpamaan-perumpamaan ini, Yesus mengajar kita bahwa Allah kita penuh belas kasihan dan kemurahan-Nya berada diluar dugaan atau imajinasi kita. Inilah sebabnya mengapa perumpamaan ini disebut sebagai “Hati dari segala Injil” karena ketiga perumpamaan berbicara inti dari Injil yakni Kerahiman Allah. Kita masing-masing seperti domba yang hilang, koin yang hilang atau anak yang hilang. Ada waktu-waktu didalam hidup dimana kita merasa sangat rendah dan merasa tidak berarti dan hilang. Tidak ada kebahagiaan duniawi yang dapat mengisi hati kita, sampai Yesus menemukan kita. Maka kita harus percaya bahwa Ini adalah Tuhan kita, Tuhan yang penuh belas kasih dan penyayang yang tanpa lelah mencari putra dan putri-Nya yang hilang.