
Sign up to save your podcasts
Or


Ada satu kenyataan yang sering kita abaikan: Hidup ini singkat. Kita lahir, bertumbuh, berlari mengejar mimpi, lalu tanpa terasa usia pun berjalan. Rambut yang dulu hitam kini memutih, tubuh yang dulu kuat kini melemah. Rumah, harta, pekerjaan, prestasi, bahkan tubuh kita sendiri, semuanya fana. Dunia menawarkan ilusi bahwa hidup ini pusat segalanya. Tapi, Salib Kristus. Ada tanah air yang sejati. Yesus sendiri berkata, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Kematian bukanlah akhir, melainkan hidup. Dunia ini hanyalah terminal sementara.
By Breath & BreadAda satu kenyataan yang sering kita abaikan: Hidup ini singkat. Kita lahir, bertumbuh, berlari mengejar mimpi, lalu tanpa terasa usia pun berjalan. Rambut yang dulu hitam kini memutih, tubuh yang dulu kuat kini melemah. Rumah, harta, pekerjaan, prestasi, bahkan tubuh kita sendiri, semuanya fana. Dunia menawarkan ilusi bahwa hidup ini pusat segalanya. Tapi, Salib Kristus. Ada tanah air yang sejati. Yesus sendiri berkata, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Kematian bukanlah akhir, melainkan hidup. Dunia ini hanyalah terminal sementara.