Hukuman Untuk Orang-Orang Dzalim adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 25 Safar 1445 H / 11 September 2023 M.
Kajian Islam Tentang Hukuman Untuk Orang-Orang Dzalim
Di sini kita akan berbicara tentang bab hukuman apa yang diberikan kepada orang-orang yang dzalim. Kita melihat di muka bumi ini ada banyak kedzaliman terjadi. Di sekitar kita, mungkin di keluarga, di kampung, di kota, atau mungkin di negeri kita. Kadang-kala kita yang didzalimi atau tetangga, atau manusia lain yang didzalimi.
Kecintaan kepada harta, tahta, atau wanita membuat sebagian orang lupa tata krama dan hak asasi manusia. Seakan-akan hanya dia yang manusia di muka bumi ini. Dengan kekuatannya dan jabatannya, dia mengambil hak-hak orang lain. Tatkala ambisi dunia telah membara di dalam jiwa, maka yang ada adalah bagaimana dia senang.
Allah ‘Azza wa Jalla mengharamkan kedzaliman atas diriNya dan mengharamkan kedzaliman di antara hamba-hambaNya.
Kalau kita membaca Al-Quran, kita akan menemukan banyak ayat yang berkaitan dengan kedudukan kedzaliman ini. Pada pertemuan sebelumnya, kita membaca firman Allah, bahwa Allah memerintahkan agar kita berlaku adil, berbuat baik, dan berbagi dengan kerabat. Allah melarang perbuatan keji dan mungkar, serta perbuatan kedzaliman. Allah memberikan pelajaran dan nasihat agar kita sadar.
Namun, kadang-kadang kita melihat penjara penuh, bahkan banyak yang tidak masuk penjara karena dia kebal hukum atau dia kabur dan terus melakukan kedzaliman. Tapi kadangkala kita melihat hidupnya nyaman saja. Ada perampok atau pembunuh yang mungkin belum tertangkap dan juga tidak dihukum. Apa akibat kedzaliman yang mereka lakukan?
Terkadang Allah menunda hukuman untuk orang yang dzalim, tapi kalau sudah Allah hukum, maka dia tidak akan bisa kabur.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
من عال جاريتين حتى تدركا دخلت أنا وهو في الجنة كهاتين وأشار محمد بن عبد العزيز بالسبابة والوسطى
“Barangsiapa yang merawat/membiayai/mengasuh dua anak perempuan sampai anak itu baligh, aku masuk surga bersama dia seperti ini (beliau menggabungkan antara jari tengah dan jari telunjuknya).” (HR. Bukhari)
Ini menunjukkan fadhilah merawat anak. Orang tua ketika punya anak perempuan, kadang-kala dia berpikir, “Ini anak dirawat, disekolahkan, dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang, dengan biaya yang tidak sedikit, dengan energi dan waktu yang banyak. Kemudian, tatkala dia sudah baligh, dilamar oleh laki-laki, dinikahi, dan dibawa.”
Sebagian orang tua merasa kalau punya anak perempuan itu berarti dibawa sama suaminya. Orang tua tidak bisa nyuruh-nyuruh anaknya. Karena dia sudah punya suami.
Maka di sini Allah memberikan fadhilah kepada mereka yang merawat anak perempuan. Fadhilah yang tidak diberikan kepada mereka yang punya dan membesarkan anak laki-laki. Karena memang boleh dilihat, tidak ada hasil di dunia untuk orang tua yang punya anak perempuan. Tapi ternyata orang tua mendapatkan jaminan dari Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam, yaitu masuk surga bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Yakni akan berdekatan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.