
Sign up to save your podcasts
Or


Sejak tahun 1989, Dewan Kesenian Jakarta selalu menghelat Pidato Kebudayaan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Taman Ismail Marzuki. Diundangnya tokoh nasional untuk membahas mengenai isu di Indonesia yang kemudian dibahas dalam perspektif kebudayaan. Tahun ini, setia di tanggal 10 November, Dewan Kesenian Jakarta menghadirkan Seno Gumira Ajidarma - sastrawan legendaris Tanah Air - untuk menjadi penyaji pidato. Dalam tajuk "Kebudayaan dalam Bungkus Tusuk Gigi" SGA (begitu gue menyebutnya) membahas banyak aspek. Dari makna kebenaran, kepunahan bahasa, hingga kepanikan moral akibat embel-embel 4.0.
By Hestia IstivianiSejak tahun 1989, Dewan Kesenian Jakarta selalu menghelat Pidato Kebudayaan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Taman Ismail Marzuki. Diundangnya tokoh nasional untuk membahas mengenai isu di Indonesia yang kemudian dibahas dalam perspektif kebudayaan. Tahun ini, setia di tanggal 10 November, Dewan Kesenian Jakarta menghadirkan Seno Gumira Ajidarma - sastrawan legendaris Tanah Air - untuk menjadi penyaji pidato. Dalam tajuk "Kebudayaan dalam Bungkus Tusuk Gigi" SGA (begitu gue menyebutnya) membahas banyak aspek. Dari makna kebenaran, kepunahan bahasa, hingga kepanikan moral akibat embel-embel 4.0.