Radio Rodja 756 AM

Ikutilah Keburukan dengan Kebaikan


Listen Later

Ikutilah Keburukan dengan Kebaikan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 3 Jumadil Akhir 1444 H / 27 Desember 2022 M.
Sebelumnya: Penggugur Dosa dan Kesalahan

Kajian Tentang Ikutilah Keburukan dengan Kebaikan
Pada pertemuan sebelumnya telah kita kaji bersama tentang dua sifat yang diingatkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk jangan sampai kita ikuti. Yaitu:

* Sifat orang-orang yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala karena memiliki ilmu tapi tidak mengamalkannya.
* Sifat orang-orang tersesat yang mereka semangat mengamalkan agama tapi tanpa didasari oleh ilmu yang memadai.

Ini adalah dua sifat yang disinggung oleh Sufyan bin Uyainah Rahimahullahu Ta’ala dalam perkataan beliau:
من فسد من علمائنا ففيه شبه من اليهود، ومن فسد من عبادنا ففيه شبه من النصارى
“Orang-orang yang rusak dari kalangan ulama-ulama umat Islam, mereka serupa dengan orang-orang Yahudi (yang disifati oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai orang-orang yang dimurkai oleh Allah ‘Azza wa Jalla). Dan barangsiapa yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita, maka dia memiliki keserupaan dengan orang-orang Nasrani (yang disifati oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam orang-orang yang sesat karena mereka semangat beramal tanpa didasari oleh ilmu yang memadai).”
Dua sifat ini adalah dua sifat yang kita diingatkan untuk jangan sampai jatuh kedalamnya. Kita diwanti-wanti untuk waspada dengan dua sifat ini. Maka jalan umat Islam adalah jalan orang-orang yang diberikan nikmat oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka adalah yang menggabungkan kebaikan yang dimiliki oleh dua kelompok yang lain dan meninggalkan dua keburukan yang dimiliki oleh mereka.
Orang-orang Yahudi disifati memiliki ilmu tapi tidak mengamalkannya. Maka kita mengambil yang baik, yaitu sifat ilmunya. Sedangkan orang-orang Nasrani disifati sebagai rajin beramal tapi tanpa dasar ilmu yang memadai. Maka di sini kita mengambil sifat yang baik, yaitu mengamalkan ilmu. Maka umat Islam hendaknya memiliki ilmu yang memadai dalam agama mereka, paling tidak yang wajib-wajib. Kemudian setelah memiliki ilmu mereka mengamalkannya.
Kalau kita menilik kepada diri kita masing-masing, maka kita akan dapatkan bahwasanya kita memiliki dosa-dosa dan maksiat yang berhubungan dengan dua hal ini.
Kalau kita mengetahui bahwasanya kondisinya seperti itu, maka hal yang paling bermanfaat yang perlu diketahui oleh orang-orang awam maupun orang-orang khusus dari kalangan umat Islam adalah hal-hal apa saja yang bisa melepaskan jiwa mereka dari keteledoran-keteledoran ini. Dan kuncinya adalah mengikuti keburukan dengan kebaikan. Yakni kapan kita jatuh dalam keburukan kita segera bangkit, ikuti dengan kebaikan-kebaikan. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits:
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا
“Dan ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan akan menutup keburukan.” (HR. Tirmidzi)
Kemudian beliau menjelaskan yang dimaksud dengan kebaikan. Kebaikan adalah semua apa yang Allah anjurkan dan telah dijelaskan oleh lisan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Rasul yang terakhir. Baik berupa amalan-amalan, akhlak-akhlak, maupun sifat-sifat.
Di sini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menambahkan faedah bahwasanya penghapus dosa berupa kebaikan-kebaikan tidak hanya berupa amalan-amalan yang sudah kita bahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings