Radio Rodja 756 AM

Ilmu Adalah Cahaya


Listen Later

Ilmu Adalah Cahaya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 17 Muharram 1443 H / 26 Agustus 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu Adalah Cahaya
Kita masih melanjutkan ucapan Ali bin Abi Thalib tentang pembagian manusia menjadi tiga golongan. Golongan yang ketiga adalah orang yang jauh dari ilmu, sehingga mereka menjadi orang-orang yang paling rendah dan paling hina, orang-orang yang diserupakan seperti binatang ternak, yaitu hanya dengan mendengar teriakan maka mereka akan mengikutinya.
Lihat: Nasihat Ali bin Abi Thalib Tentang Keutamaan Ilmu dan Ahlinya
Selanjutnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu berkata bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak mengambil penerangan dari cahaya ilmu dan mereka juga tidak bersandar kepada tiang sandaran yang kuat. Mereka tidak punya pegangan yang kuat, juga tidak punya pembimbing cahaya dalam melangkah akibat dari tidak mempelajari ilmu agama dan tidak dekat dengan orang-orang yang berilmu.
Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan bahwa di sini Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu menjelaskan sebab yang menjadikan golongan ini mendapati keadaan yang seperti itu. Yaitu mereka tidak mau mempelajari ilmu agama yang akan menjadi cahaya sehingga mereka bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Ketika seseorang berjalan tanpa cahaya, dia pasti akan binasa, akan tercampur dihadapannya antara yang benar dengan yang batil, dia tidak akan bisa membedakannya. Dia hanya mengikuti apa yang kelihatannya menarik menurut pikirannya, dan ketika itulah setan akan memperdaya dirinya. Kita tahu bahwa setan mengesankan indah sesuatu yang batil. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَفَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا…
“Apakah orang-orang yang dihiasi keburukan amalnya oleh setan sehingga dia memandangnya sebagai sesuatu yang baik.” (QS. Fathir[35]: 8)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan sifat daripada ilmu yang Allah turunkan kepada manusia:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ…
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan berimanlah kepada RasulNya, niscaya Allah akan memberikan untukmu dua bagian dari rahmatNya dan Allah menjadikan untukmu cahaya yang dengan itu kamu berjalan di antara manusia.” (QS. Al-Hadid[57]: 28)
Subhanallah, orang yang mendapatkan bimbingan dengan cahaya dari Allah, bagaimana setan akan bisa menyesatkan dia? Sebaliknya, orang yang tidak memiliki ini pasti akan mudah diombang-ambingkan. Petunjuk Allah adalah pembimbing manusia yang senantiasa menghubungkan manusia dengan bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia akan selamat. Inilah cahaya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan pada petunjuk yang dibawa oleh Nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan perumpamaan yang sangat indah dalam firmanNya:
أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا…
“Apakah orang yang tadinya mati (tidak mendapatkan petunjuk),
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings