Ilmu Adalah Jalan Keberkahan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 10 Rabi’ul Awwal 1444 H / 06 Oktober 2022 M.
Kajian sebelumnya: Ilmu Jalan Untuk Meraih Kesempurnaan
Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu Adalah Jalan Keberkahan
Barangsiapa yang menginginkan hidupnya senantiasa diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka hendaknya dia selalu menjadikan ilmu sebagai kegiatan yang banyak mengisi hidupnya sehari-hari.
Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan bahwa dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang ucapan Nabi Isa Al-Masih ‘Alaihish Shalatu was Salam ketika Nabi Isa berkata:
إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا ﴿٣٠﴾ وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ…
“Sesungguhnya aku adalah hamba Allah, Allah menurunkan kepadaku kitab Injil dari sisiNya, dan Allah menjadikan aku seorang Nabi. Dan Allah menjadikan aku selalu diberkahi dimanapun aku berada…” (QS. Maryam[19]: 30-31)
Imam Sufyan Ibnu Uyainah Rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa makna ayat “Allah menjadikan aku diberkahi dimanapun aku berada…” adalah sebagai orang yang menyebarkan ilmu dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Nabi Isa tentu dimana pun berada selalu menyampaikan petunjuk Allah untuk berpegang teguh dengan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ini menunjukkan bahwa seseorang yang selalu menyebarkan kebaikan dari petunjuk Allah kepada manusia inilah yang merupakan keberkahan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan pada orang tersebut.
Berarti ilmu adalah sebab meraih berkah, dengan kita pelajari dan mengajarkannya kepada manusia. Ini akan menjadikan hidup dipenuhi berkah dimanapun kita berada.
Sesungguhnya keberkahan itu adalah mendapatkan kebaikan, kemudian semakin tumbuhnya kebaikan tersebut supaya sempurna, serta langgengnya kebaikan tersebut pada diri seorang hamba.
Hal ini pada hakikatnya tidak akan bisa didapatkan kecuali pada ilmu yang diwariskan oleh para Nabi ‘Alaihis Salam, kemudian mengajarkan ilmu itu kepada manusia.
Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menamakan Al-Qur’an sebagai kitab yang mubarak (yang penuh berkah). Kenapa jelas Al-Qur’an adalah sumber ilmu, petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala ada dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah sumber ilmu yang bermanfaat, maka pantas dinamakan sebagai kitab yang penuh berkah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَهَٰذَا ذِكْرٌ مُّبَارَكٌ أَنزَلْنَاهُ ۚ…
“Dan Kitab Al-Qur’an ini merupakan peringatan yang penuh berkah yang Kami turunkan kepada manusia…” (QS. Al-Anbiya[21]: 50)
Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Kitab Al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu wahai Rasulullah adalah kitab yang penuh berkah…” (QS. Shad[38]: 29)
Maka keberkahan Al-Qur’an dan keberkahan RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam inilah yang merupakan sebab yang bersumber dari petunjuk Allah dan ketika kita mendakwahkan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia.
Jadi kesimpulannya jelas kali bahwa mempelajari ilmu...