Radio Rodja 756 AM

Ilmu Adalah Jalan Untuk Meraih Ketinggian


Listen Later

Ilmu Adalah Jalan Untuk Meraih Ketinggian adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 17 Rabi’ul Awwal 1444 H / 13 Oktober 2022 M.
Kajian sebelumnya: Ilmu Adalah Jalan Keberkahan
Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu Adalah Jalan Untuk Meraih Ketinggian
Disebutkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar, dari Abdullah bin Dawud Rahimahumullahu Ta’ala, beliau berkata: “Ketika nanti pada hari kiamat, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjauhkan para ulama dari hisab (perhitungan amal), dan Allah berfirman kepada mereka: ‘Masuklah kalian ke dalam surga dengan amal apapun yang pernah kalian lakukan. Karena sesungguhnya Aku tidak menganugerahkan ilmu kepada kalian kecuali untuk kebaikan yang Aku kehendaki agar dilimpahkan kepada kalian.'”
Nukilan dari Imam Ibnu Abdil Bar ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan ilmu.
Kalau ada yang bertanya tentang bagaimana kaidah-kaidah syariah yang menyebutkan bahwa orang jahil itu justru lebih dimaafkan dibandingkan orang-orang yang berilmu, orang-orang yang tidak tahu justru lebih diampuni dibandingkan orang-orang yang berilmu? Karena argumentasi Allah terhadap orang yang berilmu tentu lebih tegak dibandingkan orang yang tidak tahu. Pengetahuan orang yang berilmu tentang buruknya perbuatan maksiat, kebencian dan hukuman Allah bagi pelakunya tentu lebih besar dibandingkan orang yang tidak tahu. Kemudian nikmat yang Allah berikan kepada orang yang berilmu tentu lebih besar dibandingkan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang jahil. Semua pertimbangan ini harusnya orang berilmu yang harusnya dihukum.
Dalil-dalil menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan nikmat berupa dikhususkan dengan keutamaan dan kemuliaan kemudian dia menjerumuskan dirinya dengan mengikuti syahwatnya, memasukkan dirinya ke dalam tempat-tempat kebinasaan, dia lancang melanggar hal-hal yang diharamkan oleh Allah, dan dia meremehkan keburukan tersebut, dia akan mendapatkan balasan, siksaan dan celaan yang tentu itu berbeda dengan celaan yang didapati oleh orang yang tidak seperti nikmat yang didapatkannya. Ini juga alasan mereka bahwa harusnya orang yang berilmu justru mendapatkan siksa yang lebih keras. Tapi kenapa justru dijauhkan dari perhitungan amal?
Berdasarkan inilah kenapa dalam Al-Qur’an disebutkan tentang istri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tentu mereka mendapatkan nikmat dan ilmu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَن يَأْتِ مِنكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا ‎
“Wahai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antara kalian yang melakukan perbuatan keji yang nyata, maka akan dilipat gandakan baginya adzab dengan dua kali lipat dibandingkan perempuan yang lain. Dan itu mudah bagi Allah.” (QS. Al-Ahzab[33]: 30)
Oleh karena itu batasan hukuman yang diberlakukan bagi seorang yang merdeka (bukan budak) itu dua kali lipat dibandingkan batasan hukuman yang diberlakukan bagi seorang budak, baik itu dalam dosa zina, menuduh orang tanpa alasan yang benar, atau minum khamr. Hal ini karena seorang yang merdeka tentu mendapatkan le
 
bih banyak nikmat dibandingkan budak.
Salah seorang ulama salaf berkata:
يُغفَرُ لِلجاهِلِ سَبعونَ ذَنباً قَبلَ أن يُغفَرَ لِلعالِمِ ذَنبٌ
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings