Radio Rodja 756 AM

Ilmu dan Kekuasaan Allah


Listen Later

Ilmu dan Kekuasaan Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 23 Safar 1443 H / 30 September 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu dan Kekuasaan Allah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ إِن تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah (Wahai Muhammad): “Apabila kalian menyembunyikan apa yang ada di dada kalian atau menampakkannya, pasti Allah mengetahuinya”. Dan Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali-Imran[3]: 29)
Pada ayat yang mulia ini ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil, yaitu:
Pertama, wajib menyampaikan kepada manusia tentang ilmu Allah. Allah itu Maha mengetahui. Sampai apa yang kita sembunyikan di hati kita pun Allah Subhanahu wa Ta’ala tahu.
Kedua, keumuman ilmu Allah ‘Azza wa Jalla terhadap apa yang disembunyikan dan apa yang ditampakkan oleh manusia.
Ketiga, hakikat akal itu ada di hati. Pengaturan dan keinginan ada di hati. Dasarnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ini. Masalah ini diperselisihkan oleh Ahlul kalam, yakni permasalahan apakah akal itu ada di hati atau di otak kepala?
Orang yang memperhatikan Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi dengan sungguh-sungguh, maka dia akan mendapati bahwa akal itu adanya di hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
“maka tidak pernah kah mereka berjalan di bumi, sehingga hati mereka dapat berakal atau telinga mereka mendengar? Karena sesungguhnya mata mereka itu tidak buta, tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj[22]: 46)
Ayat ini merupakan nash yang tegas bahwa akal itu ada di hati. Begitu juga merupakan nash yang tegas bahwa tidak dimaksudkan dengan akal itu yang ada di otak kepala. Dan yang dimaksud dengan hati di sini adalah hati yang hakiki, yaitu daging yang ada di dada. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Yang ada di dada,” tentunya Sang Pencipta lebih tahu tentang ciptaanNya.
Namun otak kepala memiliki pengaruh. Karena yang di kepala ini menangkap sesuatu, menggambarkan, menyusunnya, kemudian dikirim ke hati. Setelah itu dia menunggu perintah. Hati memerintahkan dengan beberapa perintah ke otak. Otak inilah yang memerintahkan perintah-perintah ke anggota tubuh. Maka semua yang keluar dari lisan dan perbuatan kita, itu semua pengaruh dari hal ini. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ
“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, kalau dia baik maka jasad akan baik, kalau dia rusak maka jasad akan rusak; dia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keempat, bantahan terhadap kaum Jabariyah yang berkata bahwa manusia tidak punya kehendak. Mereka mengatakan bahwa manusia itu seperti bulu yang diterbangkan oleh angin kesana-kemari tanpa kehendak.
Ayat ini menegaskan bahwa manusia mempunyai kehendak. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyandarkan pekerjaan kepada manusia, yaitu “Jika kalian menyembunyikan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings