Iman Kepada Para Rasul adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarh Hadits Jibril fi Ta’limiddiin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Iqbal Gunawan, M.A pada Rabu, 22 Syawal 1445 H / 01 Mei 2024 M.
Kajian sebelumnya: Iman Kepada Allah
Kajian Islam Tentang Iman Kepada Para Rasul
Iman kepada rasul yaitu keimanan kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih di antara hamba-hambaNya para nabi dan para rasul. Yang tentu tujuan Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, memurnikan tauhid hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan surga dan neraka, menurunkan kitab-kitab, dan mengutus para rasul. Tentu tujuan mereka adalah mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan memperingatkan mereka dari bahaya kesyirikan, karena semua nabi, maka pasti tema dakwah pertama mereka adalah,
…يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ…
“Wahai kaumku, sembahlah hanya kepada Allah, kalian tidak punya sembahan selain Allah.” (QS. Hud[11]: 84)
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ…
“Dan sungguh telah Kami utus untuk setiap umat seorang rasul agar mereka menyeru, ‘Beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah thaghut.'” (QS. An-Nahl[16]: 36)
Jadi, para rasul adalah manusia-manusia pilihan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih mereka dari kaum mereka, hamba terbaik di antara mereka, untuk mengajak manusia mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla, meninggalkan segala yang disembah selain Allah ‘Azza wa Jalla, dan memberi petunjuk kepada manusia menuju kebenaran, mengeluarkan mereka dari kegelapan, menuju cahaya Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ…
“Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih dari para malaikat utusan-utusan, juga dari manusia.” (QS. Al-Hajj[22]: 75)
Jadi, Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti yang telah berlalu pembahasannya, mengutus malaikat kepada para nabi, seperti Malaikat Jibril dan sebagian malaikat yang lain juga, mereka diberi tugas-tugas tertentu yang mereka adalah utusan-utusan Allah ‘Azza wa Jalla. Juga, Allah memilih dari para manusia utusan-utusan.
Adapun dari kalangan Jin, maka tidak ada rasul dari kalangan Jin, yang ada di kalangan jin itu adalah para pemberi peringatan, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla,
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنصِتُوا ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ
“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan kepadamu wahai Muhammad, sekelompok Jin yang mereka mendengarkan Al-Qur’an. Sekelompok Jin tersebut, ketika hadir mendengar Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mereka mengatakan, ‘Diamlah.’ Ketika selesai dibacakan Al-Qur’an kepada mereka, mereka kembali kepada kaumnya, memberi peringatan.” (QS. Al-Ahqaf[46]: 29)