
Sign up to save your podcasts
Or


Ada saat-saat ketika kita berdoa dengan sungguh, dengan air mata yang jatuh tanpa suara, dengan hati yang menggenggam harapan terakhir, percaya sepenuh hati. Namun hidup tetap berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Kita sudah berdoa, kita sudah percaya, kita sudah menunggu. Tetapi jawaban itu tidak datang, atau mungkin datang, namun tidak dalam bentuk yang kita inginkan. Di situlah iman diuji. Bukan ketika mukjizat terjadi, bukan ketika semuanya dipulihkan, tetapi justru ketika Tuhan memilih diam. Ketika langit terasa tertutup, ketika doa seperti berhenti di langit-langit, ketika hatimu mulai bertanya: "Apakah aku kurang percaya?"
By Breath & BreadAda saat-saat ketika kita berdoa dengan sungguh, dengan air mata yang jatuh tanpa suara, dengan hati yang menggenggam harapan terakhir, percaya sepenuh hati. Namun hidup tetap berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Kita sudah berdoa, kita sudah percaya, kita sudah menunggu. Tetapi jawaban itu tidak datang, atau mungkin datang, namun tidak dalam bentuk yang kita inginkan. Di situlah iman diuji. Bukan ketika mukjizat terjadi, bukan ketika semuanya dipulihkan, tetapi justru ketika Tuhan memilih diam. Ketika langit terasa tertutup, ketika doa seperti berhenti di langit-langit, ketika hatimu mulai bertanya: "Apakah aku kurang percaya?"