Sabda yang Hidup

Injil Lukas - Bab 2


Listen Later

Injil Lukas bab 2 menceritakan tentang Yusuf dan Maria yang perlu meninggalkan rumah mereka di Nazareth karena sensus penduduk yang diumumkan oleh penguasa setempat. Pada saat itu, orang-orang  Yahudi berkelompok sebagai bangsa kecil di bawah kekasisaran Roma sehingga saat dekrit kaisar muncul, mereka perlu mentaatinya. Yusuf sebagai keturunan Daud, pastilah memiliki sanak saudara di Bethlehem, kota Daud dan kota kaum kerabatnya.

Kota Bethlehem dibangun dan didirikan pada bukit kapur yang memiliki banyak ceruk atau gua untuk tempat berkumpul dan tinggal kaum sederhana. Ceruk gua dimana Yesus lahir diperkirakan terdiri dari dua ruangan yang dipisahkan oleh dinding batu kapur. Ruangan yang menjorok paling dalam kemungkinan digunakan sebagai tempat berteduh dan sebuah kandang. Oleh karena tak ada banyak privasi di ruangan depan, Yusuf dan Maria berdiam di area dimana hewan ternak berlindung. Allah mengetahui bahwa Yesus akan dididik di sebuah rumah di tengah kaum keluarga, dimana roti dan pekerjaan sehari-hari tak akan kekurangan. Namun, baik dalam kelahiran maupun saat kematiannya, Yesus melambangkan sebagai seseorang yang paling ditinggalkan. 

Pada Alkitab berbahasa Inggris, ayat 7 menggambarkan Maria melahirkan anaknya yang sulung; She gave birth to her firstborn. Frase ini menunjukkan bahwa Yesus adalah anak satu-satunya. Anak laki-laki yang dikuduskan bagi Tuhan ( bandingkan daengan kitab Keluaran 13:1; Roma 8:29; Kol 1:15).

Malaikat mengabarkan damai dan sukacita besar pada umat manusia pada malam kelahiran Yesus. Lihatlah betapa Tuhan Allah sangat mengasihi manusia. Ini adalah undangan Allah untuk dirimu tinggal dalam damai kasihNya. Manusia tak perlu merasakan ketakutan lagi. Tidak tahukah engkau bahwa Tuhan yang begitu penuh kuasa, malam itu bersedia menjadi manusia; menjadi seorang bayi. Bayi adalah tahap pertumbuhan manusia di dunia yang paling kecil dan lemah. Sejak saat itu, Allah akan hadir ditengah-tengah kita sebagai anak yang "diam" tenang dan tanpa perlindungan. Ayat 12 menyatakan biarlah hal ini menjadi tanda bagi manusia. Mereka akan mengenal Tuhan yang menjadi miskin untuk mewartakan harta terpendam bagi manusia, yaitu kasih Allah yang begitu besar untuk manusia ciptaanya.

Tokoh para gembala digambarkan  sebagai panutan orang-orang yang penuh dedikasi dan kontemplasi. Mengikuti contoh hidup para gembala, Gereja akan terus melihat kepada Kristus yang hadir ditengah-tengah kehidupan dan perjuangan umat manusia untuk terus bersyukur dan bersuka cita dalam Tuhan.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Sabda yang HidupBy wee twig