
Sign up to save your podcasts
Or


Injil Lukas bab 20 membahas tentang lima hal pokok. Bagian-bagian pokok itu adalah
1. Tentang pertanyaan mengenai kuasa Yesus. Pertanyaan ini diajukan oleh ahli-ahli Taurat dan pemimpin Yersualem yang ingin menyingkirkan Yesus. Para pemimpin agama ini takut kepada orang banyak sehingga mereka tidak menangkap Yesus saat itu juga (20:19)
2. Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Yesus menceritakan dalam sebuah kiasan bagaimana para penyewa yang menggarap kebun anggur berlaku jahat kepada setiap utusan yang dikirim oleh sang pemilik kebun. Bahkan di saat terakhir, sang pemilik kebun mengirimkan anaknya yang terkasih karena semua utusannya telah disingkirkan. Namun, anak itupun juga disingkirkan dan dibunuh para penyewa kebun. Hal ini menggambarkan para nabi dan utusan Allah yang selalu ditolak dan bahkan dibunuh.
3. Tentang membayar pajak kepada Kaisar. Yesus mengajarkan kepada pendengarnya bahwa menjalankan perintah Tuhan bukan berarti meninggalkan kewajiban sehari-hari, termasuk membayar pajak kepada pemerintah.
4. Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan.
Lukas memahami budaya pendengarnya yaituorang-orang dengan budaya Yunani yang kental dalam kehidupan mereka. Untuk merekalah Injil ini ditulis pada awalnya. Kebudayaan Yunani menganggap kehidupan abadi jiwa-jiwa bagai dewa dewi adalah hal yang natural bagi mereka. Lukas menjelaskan kembali kepada mereka bahwa kehidupan setelah kematian bukanlah hal yang biasa/natural, melainkan hadiah dari Allah bagi siapa saja yang pantas mendapatkannya.
5. Yesus menasihatkan supaya waspada terhadap ahli-ahli Taurat. Yesus mengingatkan para muridnya untuk waspada pada para alim ulama yang memakai jubah panjang dan mengharapkan penghormatan dari orang-orang, namun perbuatannya jauh dari kasih.
By wee twigInjil Lukas bab 20 membahas tentang lima hal pokok. Bagian-bagian pokok itu adalah
1. Tentang pertanyaan mengenai kuasa Yesus. Pertanyaan ini diajukan oleh ahli-ahli Taurat dan pemimpin Yersualem yang ingin menyingkirkan Yesus. Para pemimpin agama ini takut kepada orang banyak sehingga mereka tidak menangkap Yesus saat itu juga (20:19)
2. Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Yesus menceritakan dalam sebuah kiasan bagaimana para penyewa yang menggarap kebun anggur berlaku jahat kepada setiap utusan yang dikirim oleh sang pemilik kebun. Bahkan di saat terakhir, sang pemilik kebun mengirimkan anaknya yang terkasih karena semua utusannya telah disingkirkan. Namun, anak itupun juga disingkirkan dan dibunuh para penyewa kebun. Hal ini menggambarkan para nabi dan utusan Allah yang selalu ditolak dan bahkan dibunuh.
3. Tentang membayar pajak kepada Kaisar. Yesus mengajarkan kepada pendengarnya bahwa menjalankan perintah Tuhan bukan berarti meninggalkan kewajiban sehari-hari, termasuk membayar pajak kepada pemerintah.
4. Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan.
Lukas memahami budaya pendengarnya yaituorang-orang dengan budaya Yunani yang kental dalam kehidupan mereka. Untuk merekalah Injil ini ditulis pada awalnya. Kebudayaan Yunani menganggap kehidupan abadi jiwa-jiwa bagai dewa dewi adalah hal yang natural bagi mereka. Lukas menjelaskan kembali kepada mereka bahwa kehidupan setelah kematian bukanlah hal yang biasa/natural, melainkan hadiah dari Allah bagi siapa saja yang pantas mendapatkannya.
5. Yesus menasihatkan supaya waspada terhadap ahli-ahli Taurat. Yesus mengingatkan para muridnya untuk waspada pada para alim ulama yang memakai jubah panjang dan mengharapkan penghormatan dari orang-orang, namun perbuatannya jauh dari kasih.