Setelah bersabda bahwa diri-Nya adalah jalan dan kebenaran dan hidup, Yesus menegaskan kembali jati diri-Nya di awal bab 15. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah pokok anggur yang benar dan Bapa adalah pengusahanya. Ibarat batang pohon utama yang memberikan sumber hidup bagi setiap ranting pohon, begitulah Yesus bagi kita. Setiap ranting tak bisa berbuah dari dirinya sendiri. Melekat erat dengan pokok anggur yang benar maka ranting-ranting itu akan berbuah limpah. Sebaliknya, jika ranting itu terlepas dari batangnya, maka ia akan kering dan tak berbuah.