Simon CS

Inner Child-PBI FILEMON


Listen Later

INNER CHILD
Self Value Series
Markus 2:16-17 (TB) 16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
PENDAHULUAN
Setiap manusia yang lahir sebenarnya mengalami kerusakan atau sakit jiwa akibat dosa. Roma 3:23, 6:23, Kej 2:17. Gambar Allah dalam dirinya rusak.
Roma 8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. (Kebenaran Yun: DIKAIOSUNE)
2 Korintus 5:17 (TB) Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
AUTOREFLEKS (Instinctive)
Pasti semua kita pernah meminta sesuatu kepada Tuhan; baik itu menyangkut masalah kesehatan, keuangan, rumah tangga dan lain sebagainya. Tetapi pernahkah kita sungguh-sungguh memohon belas kasihan Tuhan untuk kesembuhan sakit jiwa kita? 
Mengatakan hal ini, bukan berarti kita sakit jiwa seperti orang gila, yang sekarang dirawat di rumah sakit gila. Tetapi sejatinya, jiwa kita belum utuh, karakter kita belum sesuai dengan kehendak Allah, dan patut kita mempersoalkan hal ini dengan sungguh-sungguh.
Bagaimana kita tahu bahwa kita masih sakit jiwa? Coba teliti, ada autorefleks yang kita miliki, yang memang tidak dipersiapkan tetapi sudah menjadi karakter yang mendarah daging.
Auto berarti otomatis dari diri sendiri; refleks berarti tidak disengaja.
Misalnya dalam percakapan, kita mau menunjukkan keberhasilan dalam bisnis, kekayaan, merek arloji, pengalaman pernah pergi ke mana-mana. Saat berkendaraan, mobil kita dipotong, maka secara autorefleks marah. Ketika mendengar sesuatu tentang kita atau orang mengucapkan kalimat yang melukai kita, autorefleks tersinggung, sakit hati. Masing-masing kita berbeda, karena kelemahan masing-masing orang juga berbeda.
Tetapi kita harus menyadari keberadaan tersebut. Sehingga, autorefleks dari hal yang negatif berubah menjadi hal yang positif.
Saat ditabrak orang, kita tidak marah lagi, melainkan bertanya, Ada apa ya? Mungkin perlu ditolong? autorefleks-nya positif.
Ketika dilukai orang, autorefleksnya adalah Tuhan mendewasakan aku. Terimakasih Tuhan. Kita harus menyadari, bahwa inilah yang harus dibereskan lebih dari masalah ekonomi, masalah kesehatan fisik bahkan lebih dari segala sesuatu.
Maka, sejak sekarang kita harus mulai menggumuli hal ini. Mengapa Tuhan izinkan kita mengalami berbagai persoalan-persoalan hidup? Supaya autorefleks bisa kita kenali; kalau tidak ada masalah, kita tidak tahu di mana kelemahan kita.
Dan kalau jiwa kita masih belum utuh, kita tidak layak menjadi mempelai Tuhan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Simon CSBy Cecep Soeparman