Jangan Jadi Hamba Dunia adalah kajian tematik yang disampaikan oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc. Hafidzahullah pada Sabtu, 8 Jumadil Awwal 1444 H / 3 Desember 2022 M.
Jangan Jadi Hamba Dunia
Dunia banyak sekali banyak sekali telah menyeret kaki manusia ke murka dan neraka Allah. Kita sadar bahaya dan tipuan-tipuan dunia disaat diingatkan, namun setelah itu hilang lagi. Pada dunia itu terdapat di dalamnya tipuan-tipuan, sehingga banyak sekali langkah kita yang salah. Ini yang merupakan bentuk daripada pembuktian kebenaran firman Allah Tabaraka wa Ta’ala akan dunia yang sangat sarat dengan tipuan. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ
“Wahai sekalian manusia, takutlah kalian kepada hari dimana seorang ayah tidak akan bisa memberikan manfaat apapun kepada anaknya, dimana seorang anak tidak bisa memberikan apapun kepada ayahnya. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka jangan sampai kehidupan dunia menipu kalian, dan jangan pula setan memperdayakan kamu dalam mentaati Allah.” ((QS. Luqman[31]: 33)
Hari akhirat, dimana semua pertolongan hanya ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua kebutuhan manusia yang diinginkan manusia tidak datang dari manusia, tapi datang dari Allah.
“Jangan sampai kehidupan dunia menipu kalian.” Orang-orang yang hidup di permukaan bumi melihat dunia ini begitu indah. Sebagaimana dikatakan oleh Nabi kita tercinta dalam hadits yang shahih riwayat Imam Muslim:
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau.” (HR. Muslim)
Manis artinya dinikmati oleh lisan, dan hijau artinya indah ketika dinikmati oleh mata. Ini penyebab dunia itu begitu banyak memfitnah manusia. Ini adalah tipuan dan godaan yang luar biasa, sehingga membuat kaki manusia banyak terjerumus dalam kehidupan dunia yang fana dan hancur dalam kehidupan akhirat.
Oleh karena itu Allah Tabaraka wa Ta’ala menurunkan kepada kita Al-Qur’an dan megutus Nabi kita tercinta Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Itu semua adalah untuk memberikan petunjuk kepada kita yang hidup di permukaan bumi tentang bagaimana berhadapan dengan dunia supaya tidak salah langkah.
Allah Tabaraka wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an menerangkan kepada kita tentang dunia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam hadits-hadits beliau menerangkan kepada kita akan hakikat dunia. Dan hendaklah kita memandang dunia sesuai dengan apa yang Allah ajarkan kepada kita di dalam Al-Qur’an dan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi kita tercinta Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam hadits-haditsnya. Agar kita mengerti apa itu dunia, sehingga tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tertipu oleh kehidupan dunia.
Dunia itu sedikit
Menit ke- Ketika Allah Tabaraka wa Ta’ala berbicara kepada kita dan RasulNya berbicara kepada kita tentang dunia, Allah dan RasulNya mengatakan bahwa dunia itu sangatlah sedikit.
Kita sering menatap dunia itu sesuatu yang banyak, besar dan mewah, padahal Allah Tabaraka wa Ta’ala menerangkan hakikat dunia itu adalah sedikit. Dan pandangan mata ini yang sering membuat kita tertipu, dimana kita memandang dunia dengan sesuatu yang besar dan banyak. Ini tipuan dunia.
Ketika kita memandang bahwa orang yang memiliki harta itu telah mendapatkan sesuatu yang luar biasa, ini adalah tipuan dunia. Sampai hatimu melihat dunia beserta isinya itu kecil dan sedikit, saat itulah baru Anda adalah orang yang sesuai dengan apa yang Allah Tabaraka wa Ta’ala inginkan.