Radio Rodja 756 AM

Jangan Matikan Bakat Remaja Putri


Listen Later


Jangan Matikan Bakat Remaja Putri merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 8 Jumadil Awal 1445 H / 21 November 2023 M.







Kajian Tentang Jangan Matikan Bakat Remaja Putri



Sebelumnya, sudah kita jelaskan keutamaan-keutamaan yang dimiliki Aisyah. Aisyah benar-benar memanfaatkan perjalanan beliau bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mulai dari beliau adalah seorang gadis kecil sampai beranjak menjadi seorang remaja. Setelah Nabi wafat, Aisyah juga aktif menyebarkan ilmu dan menyampaikan riwayat yang beliau dapatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai beliau wafat.



Aisyah Radhiyallahu ‘Anha adalah salah satu potret remaja putri. Artinya, Nabi mempersiapkan Aisyah untuk itu dan membuka kesempatan kepada Aisyah untuk menjadi wanita yang terkemuka dalam ilmu.



Oleh karena itu, para pendidik, khususnya yang memiliki anak perempuan remaja, hendaknya betul-betul membimbing dan mendidik mereka agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi umat.



Buang jauh pemikiran bahwa yang namanya wanita hanya berada di sumur, dapur, kasur, di bawah pria, tidak ada kiprah apa-apa di tengah masyarakat, bahkan sangat-sangat dibatasi. Tentu ada batas-batasnya, tapi kita harus mengerti bahwa kaum wanita di masa Nabi, juga memiliki peran yang sangat penting di tengah-tengah kaum muslimin. Bahkan setelah masa Nabi, di antara mereka, ada yang memang betul-betul memiliki peran yang sentral di tengah-tengah umat.



Kalaulah mereka memiliki kemampuan untuk itu, mengapa tidak? Ada seorang wanita yang memang bisa menjadi seorang mufti atau rujukan di dalam ilmu atau memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh yang lain. Bisa saja demikian.



Jangan matikan bakat mereka dengan alasan-alasan yang kuno. Seolah-olah begitulah nabi dan para sahabat. Kalau kita baca juga sirah ulama-ulama Salaf, mereka tidak memperlakukan seperti itu. Sehingga ada buku tentang peran wanita di dalam perkembangan ilmu hadits, itu luar biasa di masa para ulama dahulu. Terutama bagaimana peran mereka di dalam menyebarkan ilmu. Maka kita lihat di buku-buku biografi para perawi, banyak di antara mereka adalah kaum wanita.



Memang, wanita tetap setengah akalnya dari pria, namun ini nisbi. Pertanyaannya pria yang mana ini? Sebagian wanita, ada yang setengah akalnya itu lebih unggul daripada akal pria. Artinya, jangan karena hadits itu kita menihilkan potensi yang ada pada wanita. Sebagaimana sikap sebagian orang hari ini terhadap kaum wanita. Seolah-olah Islam seperti itu, padahal tidak. Islam tidak seperti itu.



Di sebagian lembaga-lembaga pendidikan tinggi atau universitas, banyak di antaranya kaum wanita lebih berprestasi di bidang akademik daripada kaum pria. Kita lihat juga di dalam deretan para ilmuwan, baik itu di bidang ilmu agama maupun ilmu dunia, banyak kaum wanita yang menonjol.



Mungkin sebagian orang takut karena berpatokan dengan ayat الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ. Jawabannya adalah bahwa kita harus tempatkan ayat itu pada konteksnya, yaitu dalam konteks kepemimpinan di dalam rumah tangga. Artinya tetap, seberapa pintar pun wanita, mungkin lebih pintar dari suaminya, tapi di dalam rumah tangga, dia adalah wazir, pemimpinnya tetap pria. Karena pria yang diamanahi tanggung jawab itu. Jadi jangan dicampur adukkan, kemudian ayat itu dipakai untuk semua urusan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings